"Ilmunya masih sedikit tapi comment-nya tegas banget mas-nya. Saya sekolah culinary 2,5 tahun masak udah dari umur 7 tahun, udah bikin ratusan resep. Dan bika ambon itu tetap lembut walau dikulkasin!" ujar Tasyi.
Perseteruan ini semakin meruncing ketika Tasyi terlihat mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan hukum.
"Ga nyangka bulan puasa harus kesini gara-gara manusia haus FYP semua. Ga apa-apa deh buat pembelajaran jangan suka sebar hoax, hate speech, dan giring opini ya mbaaa. Jangan ya mbaa yaa jangaannnn. Hehee," tulisnya dalam unggahannya.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan siapa yang sebenarnya dilaporkan oleh Tasyi.
Sementara itu, Nicky Tirta memilih untuk meredam situasi dengan cara yang lebih positif.
Ia membuka kesempatan endorsement gratis untuk UMKM kuliner di seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis kecil.
"Kali ini aku mau open endorsement nih. Free, benar-benar free untuk UMKM di seluruh Indonesia. Bahkan aku mau tag collab sama kamu," kata Nicky melalui Instagram @nickytirta, dikutip Minggu 9 Maret 2025.
Sebagai seseorang yang telah berkecimpung dalam dunia usaha selama lebih dari satu dekade, Nicky memahami tantangan yang dihadapi UMKM, terutama ketika bisnis mereka terkena dampak ulasan yang kurang menguntungkan.
"Sebagai salah satu pelaku UMKM lebih dari 10 tahun lalu, saya sangat mengerti bahwa membangun usaha itu tidak mudah. Ada jatuh dan bangunnya," ujarnya.
Dengan program endorsement ini, Nicky berharap para pelaku UMKM bisa mendapatkan eksposur lebih luas dan bertahan dalam persaingan industri kuliner.
Dua sudut pandang berbeda dari satu kejadian yang sama, menyoroti bagaimana perdebatan di dunia digital bisa berkembang menjadi konflik yang lebih luas.