Semangat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebenarnya sudah tergambar dari makna kata Syawal yang merupakan bulan setelah Ramadhan sekaligus waktu perayaan Hari Idul Fitri.
Dari segi bahasa, kata “Syawal” berasal dari kata “Syala” yang memiliki arti “irtafaá” yakni meningkatkan. Makna ini seharusnya menjadi inspirasi kita untuk tetap mempertahankan grafik kualitas dan kuantitas ibadah pasca-Ramadhan.
Dalam mempertahankannya, perlu upaya serius di antaranya adalah dengan melakukan
"3 M" yakni :
1. Muhasabah,
2. Mujahadah dan ,
3. Muraqabah.
Adapun penjelasan dan arti dari ketiga hal tersebut adalah :
1. Muhasabah. Adalah melakukan introspeksi diri terhadap proses perjalanan ibadah di bulan Ramadhan. Muhasabah ini bisa dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada diri kita sendiri tentang:
Apa yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan?
Apakah kita sudah memiliki niat yang benar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan?
Apa yang menjadikan kita semangat beribadah di bulan Ramadhan? Pernahkan kita melanggar kewajiban - kewajiban di bulan Ramadhan?.
Dan tentunya pertanyaan - pertanyaan introspektif lainnya untuk mengevaluasi ibadah kita selama ini.