ragam

Dua Petenis Meja Putri Kakak-beradik dari Cianjur Ikut Seleknas Menuju SEA Games Thailand

Rabu, 28 Mei 2025 | 18:38 WIB
SELEKNAS: Wakil Ketua II KONI Kabupaten Cianjur, Dr. Syamsul Taufik, S.Si, M.Pd (kedua dari kanan), berfoto bersama dua atlet tenis meja putri yang tengah mengikuti Seleknas menuju SEA Games Thailand.

FAJARSUKABUMI - Dua orang atlet tenis meja putri asal Kabupaten Cianjur mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) menghadapi SEA Games XXXIII 2025. Mereka adalah Nida Aulia Mughni dan Huliatul Asyiroh Mughni yang merupakan kakak beradik.

Nida Aulia Mughni merupakan mahasiswi semester 2 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Suryakancana Cianjur. Sedangkan adiknya, Huliatul Asyiroh Mughni, merupakan siswi kelas 8 MTs SA Al-Istiqomah.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Nida menjelaskan Seleknas cabang olahraga tenis meja diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Seleknas digelar untuk menjaring atlet yang nanti akan dipersiapkan pada SEA Games XXXIII 2025 di Thailand.

Baca Juga: KONI Cianjur Daftarkan Atlet di Setiap Cabor jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

"Jadi, pengumuman Seleknas itu cukup mendadak. Hanya tiga pekan sebelum pelaksanaan Seleknas, baru ada kabar," kata Nida, Rabu, 28 Mei 2025.

Teknis Seleknas dilaksanakan semipertandingan. Jadi, sistemnya terbuka untuk umum, namun ada juga yang sifatnya undangan.

"Yang sistem diundang ini dilihat dari hasil PON (Pekan Olahraga Nasional) terakhir. Nah, yang dapat undangan itu atlet yang mendapatkan medali pada PON terakhir. Jadi, mereka langsung masuk ke Divisi Utama," tuturnya.

Baca Juga: KONI Beraudiensi dengan Disdikpora, Bahas Program Kerja dan Persiapan BK Porprov Jabar

Di luar itu atau yang mendaftar ikut Seleknas, kata Nida, masuknya ke Divisi Biasa. Para atlet yang masuk di Divisi Biasa terlebih dulu harus mengikuti babak kualifikasi.

"Kalau menang, nanti masuk ke Divisi Utama dan disaring sampai 16 besar. Kemudian dari 16 besar menjadi 4 besar. Sistem pertandingannya mencari kemenangan 3. Jadi totalnya ada 5 set. Untuk putri dicari 4 pemain dan putra 4 pemain," ungkapnya.

Langkah Nida dan Huliatul terhenti sebelum masuk babak 16 besar. Secara akumulasi, poin yang diperoleh Nida menempatkannya berada pada posisi ketiga.

Baca Juga: KONI Cianjur Gelar Rakor dan Silaturahmi dengan Pengurus Cabor, Ini yang Dibahas!

"Hari kemarin (Selasa), kita itu kalah sebelum masuk 16 besar atau sebelum round. Jadi kalah secara head to head. Hitungan poin itu sama di antara tiga orang. Setelah dihitung poin secara keseluruhan, poin Nida itu berada di peringkat ketiga, jadi enggak lolos ke 16 besar," terangnya.

Nida dan Huliatul tak patah semangat meskipun tak lolos ke babak berikutnya. Bagi mereka, ikut Seleknas merupakan pengalaman pertama dan tentunya sangat berharga.

"Apalagi cabor tenis meja setelah tiga kali SEA Games ke belakang secara berturut-turut itu tidak bisa ikut berkompetisi karena ada dualisme kepemimpinan. Pada SEA Games kali ini mulai akan diikutsertakan lagi. Memang cukup berat ikut Seleknas karena banyak pemain senior. Mudah-mudahan ini jadi pengalaman agar pada Seleknas berikutnya kami bisa lolos. Mohon doanya," pungkasnya.

Tags

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB