Dalam kesempatan yang sama, Shin Jae-won menuturkan STY juga kini berhasil menempatkan Garuda di posisi ke-3 klasemen sementara Kualifikasi Round 3 Piala Dunia 2026.
"Membawa Indonesia ke posisi ketiga di Kualifikasi Piala Dunia, bagaimana mungkin ayah bisa dipecat?" tuturnya.
Di sisi lain, Shin Jae-won menilai STY telah melakukan berbagai kerja keras untuk peningkatan Timnas Indonesia.
"Terima kasih untuk kerja kerasmu. Ayah, kau melakukan yang terbaik untuk (Timnas) Indonesia. Semua tentang keluarga, aku tahu semuanya," tandasnya.
Kekecewaan Shin Jae-won menunjukkan adanya kontroversi terhadap keputusan PSSI yang secara tiba-tiba menghembuskan kabar terkait pemecatan STY di hadapan publik.
Sederet Kontroversi Ketum PSSI
Berkaca dari hal itu, terdapat juga sederet kasus kontroversi yang dilakukan oleh para ketum PSSI di zaman sebelum Erick Thohir menjabat. Berikut ini ulasan selengkapnya.
Mochamad Iriawan
Selama menjabat sebagai ketua umum PSSI periode 2019-2023, Mochamad Iriawan pernah dianggap melakukan praktek nepotisme karena menunjuk adik iparnya, Maaike Ira Puspita, sebagai wakil sekretaris jenderal (Sekjen) PSSI pada Januari 2022.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu juga pernah membuat apparel asal Thailand, Warrix batal menjadi sponsor timnas Indonesia karena tiba-tiba menjalin kesepakatan bersama Mills.
Tragedi Kanjuruhan juga menjadi salah satu titik kejatuhan popularitasnya usai menolak turun dari jabatan ketua umum PSSI, hingga akhirnya didesak publik untuk mundur dari jabatannya pada Januari 2023.
Iwan Budianto
Ketum PSSI pada Maret-November 2019, Iwan Budianto juga pernah mengalami beragam kontroversi.
Iwan Budianto pernah dituding sebagai pihak yang berperan besar dalam perpecahan Arema karena dualisme liga lebih dari satu dekade.
Mantan Ketum PSSI itu juga dianggap sebagai sosok yang memiliki tanggung jawab besar dalam tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu, karena saat itu sebagai pemegang saham di Arema FC.