Menurut Imam At-Thabari , beliau menyampaikan bahwa sifat lemah lembut dan kasih sayang merupakan rahmat dari Allah Swt untuk umat manusia.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 159:
“Dengan rahmat dari Allah Swt engkau Nabi Muhammad lemah lembut terhadap umat, seandainya engkau kaku dan keras hati niscaya umat akan menyingkir darimu.” Imam At-Thabari menjelaskan bahwa dengan rahmat dan kasih sayang Allah terhadap Nabi dan umatnya, Rasulullah menjadi pribadi yang penuh kasih sayang, mudah, dan penuh dengan kebaikan.
Nabi selalu menahan diri dari kaum yang menyakitinya, mengampuni orang yang berdosa, dan bersikap lunak terhadap umatnya. Seandainya Nabi bersikap keras dan kaku, tentu umat akan meninggalkan Nabi. Namun Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi dan umatnya, sehingga dengan rahmat Allah, Nabi mengasihi terhadap umatnya.
Tidak hanya itu, sikap lemah lembut dan kasih sayang merupakan prinsip dan pokok dari sebuah kebaikan. terbukti orang yang tidak memiliki sikap lemah lembut dan kasih sayang, ia terhalang untuk melakukan kebaikan. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
“Barangsiapa tiada
memiliki kelembutan, baginya tiada kebaikan”
(HR Muslim)
Maksudnya orang tidak memiliki sikap lemah lembut dan kasih sayang, ia akan terhalang dari segala kebaikan. karena kebaikan tiada bisa dilakukan kecuali dengan kelembutan dan kasih sayang.
Baca Juga: Hati-hati! Jangan Asal Ceritakan Mimpi, Begini Adab Melihat Mimpi Sesuai Ajaran Nabi
3. Ketiga, sahlun
Yaitu orang yang mudah, tidak sulit, ringan baginya memberikan bantuan terhadap orang lain, baik dengan tenaga, pikiran, maupun harta. Ia ringan memberikan sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang membutuhkan. Bantuan dapat disalurkan secara langsung atau melalui lembaga terpercaya, Tujuannya adalah meringankan saudara kita yang tengah terkena musibah. Mengapa orang yang ringan membantu saudaranya diharamkan masuk neraka ?
Karena orang mau memudahkan dan membantu kesulitan orang lain, akan diberikan kemudahan oleh Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat kelak, termasuk kemudahan masuk surga dan terhindar dari neraka.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi bersabda :
“Barangsiapa menghilangkan kesusahan dari orang mukmin, Allah akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat. Barangsiapa membantu orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib orang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.
Allah akan selalu melindungi hambanya selama hambanya menolong saudaranya”
(HR Muslim).
Baca Juga: Pahala Gak Main-main! Inilah 8 Sunnah Nabi Sebelum Tidur, No 3 Paling Gampang!
4. Keempat, qarib. Yaitu akrab, dekat, bagai keluarga, pandai berkomunikasi, menyenangkan, dan murah senyum.
Selalu menebar salam jika bertemu dengan orang lain.
Banyak ajaran Islam yang mengajarkan agar manusia saling akrab, dekat, dan kekeluargaan.
Sebagaimana Sabda Nabi :
“Tidak sempurna iman dari kalian hingga kalian mencintai apa-apa bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai apa-apa bagi diri sendiri”
(HR al-Bukhari).
Nabi juga menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah. Imam al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Adabul Mufrad, juz 1. Nabi bersabda:
“Salinglah memberi hadiah, kalian akan saling mengasihi” .
(HR al-Bukhari).
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa memberikan hadiah kepada saudaranya sangat dianjurkan oleh agama dengan tujuan untuk merekatkan persaudaraan dan kasih sayang. Merekatkan persaudaraan dan persahabatan merupakan salah satu ajaran agama Islam. Dari sini dapat disimpulkan bahwa anjuran Rasulullah agar kita tidak masuk neraka adalah selalu menjadi manusia yang rendah hati, lemah lembut, memberikan kemudahan, dan akrab dengan orang lain.