FAJARSUKABUMI – Musim ikan impun kembali tiba, menarik ratusan warga dari berbagai wilayah di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memadati muara Pantai Citepus, Desa Citepus, Minggu (26/4/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejak menjelang sore hari, warga dari berbagai usia mulai dari orang tua, pemuda, hingga perempuan berbondong-bondong turun ke muara. Mereka membawa alat tangkap tradisional berupa jaring halus berbentuk persegi empat yang disebut sirib, serta ember atau wadah yang dikenal sebagai tolok untuk menyimpan hasil tangkapan.
Rian Nopal (31) salah satu warga Citepus Hilir, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu menjelaskan bahwa kegiatan menangkap ikan impun sudah menjadi tradisi turun-temurun yang biasa dilakukan pada tanggal-tanggal tertentu dalam kalender hijriah, terutama mulai dari tanggal 25 bulan hijriah.
Baca Juga: Muara Citepus Spot Favorit Pengendara Nikmati Sunset
"Ngala impun ini bergantung pada musim dan cuaca. Biasanya setelah gelombang pasang, impun banyak muncul di muara," katanya
Ia menambahkan, jika cuaca mendukung dan ombak tidak besar, musim impun bisa berlangsung hingga lebih dari sepekan. Pada masa panen yang melimpah, kegiatan ini bahkan dapat berlangsung sebulan penuh.
"Ikan impun biasanya banyak di masa peralihan musim, dari hujan ke kemarau atau sebaliknya, dan itu pun tergantung arus laut dan kondisi pasang surut," jelas Rian.
Baca Juga: Pantai IP Citepus Tempat Nongkrong ABG di Palabuhanratu
Senada, Apen, warga lainnya, menyebutkan bahwa saat ini kondisi ombak cukup besar sehingga hasil tangkapan cenderung menurun.
"Kalau kemarin pagi hasilnya lumayan, hari ini sedikit karena ombak besar. Biasanya untuk konsumsi sendiri, kalau dapat banyak baru dijual, satu gelas plastik seharga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu," ungkap Apen.
Musim ikan impun ini tak hanya menjadi tradisi tahunan, namun juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga sekitar, sekaligus memperkaya kekayaan budaya maritim di wilayah Sukabumi.