FAJARSUKABUMI - Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam melestarikan olahraga dan seni tradisional sebagai bagian dari penguatan karakter dan identitas budaya daerah.
Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat membuka Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat 9 Januari 2026.
Bobby Maulana menilai pencak silat bukan sekadar cabang olahraga bela diri, tetapi warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur, seperti kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter generasi muda.
Baca Juga: Ayep Zaki Tegaskan Infrastruktur Jadi Prioritas Mutlak Pembangunan Kota Sukabumi
“Melalui pencak silat, kita membangun karakter, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan terus mendukung kegiatan kebudayaan dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby Maulana juga mengajak seluruh perguruan dan komunitas pencak silat untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan pencak silat sebagai kebanggaan Kota Sukabumi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Menurutnya, Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi dan konsolidasi antarperguruan pencak silat di Kota Sukabumi.
“Melalui festival ini, kita harapkan semangat persatuan dan kekompakan antar pelaku seni bela diri tradisional semakin kuat,” katanya.
Festival tersebut juga dinilai strategis sebagai ajang pembinaan atlet pencak silat, khususnya bagi generasi muda, agar terus mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.