FAJARSUKABUMI - Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Rektor Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan, gagasan untuk memberi makan kepada anak-anak usia pendidikan dini oleh Prabowo Subianto sangat perlu didukung. Sebab hal itu merupakan sesuatu yang sangat penting.
"Ini sangat-sangat penting untuk kita dukung. Karena banyak hadist-nya yang mengingatkan kita betapa perlunya kita berikan gizi yang cukup kepada anak-anak kita yang mengalami pertumbuhan sel-sel otak," ujarnya.
Menurutnya,kebijakan tersebut seharusnya sudah ada sejak lama. Meskipun, tidak ada kata terlambat untuk memulai program yang baik.
Baca Juga: Biden Delegasikan Anak Buahnya Hadiri Pelantikan Presiden Prabowo
"Tapi alhamdulillah tidak ada kata terlambat untuk sebuah kebaikan, saya selaku Imam Besar sering mengisi di media-media seringkali juga saya sebutkan bahwa perhatian khusus terhadap anak-anak itu sangat penting terutama masalah gizi,' ucapnya
Ia mengingatkan bahwa sejarahnya Rasulullah SAW sendiri banyak memberikan perhatian kepada anak kecil sehingga kebijakan pemberian makan bergizi ini pun menurutnya Islami dan religius.
"Rasulullah SAW itu banyak sekali memberikan perhatian kepada anak kecil, seperti hadist yang diriwayatkan oleh Mu'awiyah bin Abi Sufiyah. Perintahkanlah anak untuk belajar sholat pada usia 10 tahun, 7 tahun dan sampai 10 tahun juga belum mau sholat itu diberikan hukuman hukuman kecil terhadap anak itu," ungkapnya
Baca Juga: Merayakan HUT Pemuda Pancasila ke 65, PP Siap Gelar Berbagai Kegiatan
Hal itu menandakan bahwa konsentrasi pembinaan anak itu sangat penting.
"Apakah itu gizinya, apakah itu pendidikan psikologisnya, apakah itu nanti sentuhan-sentuhan dari kedua orang tuanya itu sangat penting," jelasnya
Adapun menurutnya kebijakan makan bergizi untuk anak ini dapat menjadi solusi bagi anak terlantar dan anak yatim yang kemungkinan kurang mendapatkan akses untuk makanan bergizi.
"Sekali lagi dalam Al-Quran perlu memberikan perhatian secara khusus kepada anak yatim. A raaitalladzii yukadzdzibu biddiin fadzaalikalladzii yadu'ul yatiim," pungkasnya.