"Teknologi ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan di Thailand, membuktikan kemampuannya dalam mengurangi biaya energi, meningkatkan persentase listrik terbarukan dengan mengurangi system loss, serta meningkatkan fleksibilitas sistem," terangnya.
Melalui solusi-solusi energi terbarukan ini, SCG berharap dapat menjadi penyedia layanan energi terbarukan terpercaya yang menghadirkan layanan terintegrasikan yang berkualitas tinggi dengan teknologi hijau yang inovatif. Semua itu guna mendukung transisi energi sekaligus memaksimalkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
"Seluruh inovasi energi terbarukan yang dihadirkan oleh SCG di Indonesia didasarkan pada prinsip bisnis ESG 4 Plus yang berkomitmen terhadap empat pilar utama, mencapai nol bersih emisi per tahun 2050 (Set Net Zero), mewujudkan industri hijau (Go Green), menekan kesenjangan sosial (Reduce Inequality), dan merangkul kolaborasi (Embrace Collaboration), dengan keadilan dan transparansi sebagai landasan di setiap operasinya," jelasnya.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Inilah 4 Kunci Agar Mudah Memahami Ilmu Dan Sukses Dunia Akhirat
Melalui prinsip ESG 4 Plus, SCG Indonesia memastikan bahwa setiap inovasi energi terbarukan tidak hanya berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menghadirkan terobosan baru di sektor energi bersih. Menyongsong era Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025, SCG optimis menjadi salah satu pelopor di industri semen Indonesia, dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan teknologi inovatif untuk mendukung tercapainya net-zero emissions.
"Kami akan terus berinovasi dan menghadirkan solusi energi terbarukan untuk mendukung transisi energi di Indonesia, guna menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kami juga berkomitmen untuk mendukung rencana pemerintah Indonesia dalam menerapkan sistem ekonomi hijau, sejalan dengan penerapan RPJPN 2025-2045, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkasnya.