FAJARSUKABUMI - Kalesya cukup terampil menyusun sebuah botol bekas air mineral yang sudah dimodifikasi. Siswi kelas 5 SDN Sukatani Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur itu lalu memasang beberapa material lainnya.
Hanya dalam waktu beberapa menit, botol bekas air mineral itu berubah bentuk. Dari bentuknya, mirip sebuah alat penyedot debu atau vaccum cleaner.
Benar saja, alat itu adalah vaccum cleaner mini. Bentuknya sangat sederhana karena memang terbuat dari peralatan seadanya.
Baca Juga: Prabowo Sapa Pelajar di Turki, Tanya Kabar Hingga Diskusi Terbuka
Kalesya dan beberapa orang rekannya kemudian mempraktikkan vaccum cleaner mini itu. Di atas meja kayu, Kalesya menyimpan sobekan kertas dengan ukuran relatif kecil.
Kemudian dia mengoperasikan vaccum cleaner mini itu. Sobekan kertas itu lalu tersedot ke dalam botol bekas air mineral.
Kalesya mengaku, kemampuannya membuat vaccum cleaner sederhana itu tak terlepas dari bimbingan guru. "Iya, ini untuk membersihkan sampah yang kecil, seperti kapas, sobekan kertas, atau debu," kata Kalesya, belum lama ini.
Baca Juga: Ungkapan Bahagia Para Pelajar Bogor Ikut Sambut Erdogan: Sangat Bangga dan Bersyukur
Bukan perkara mudah membuat produk tersebut. Sebab, siswa harus memahami cara kerja vaccum cleaner, kemudian mengumpulkan berbagai barang dan bahan yang diperlukan, termasuk cara kerja kelistrikannya.
"Cukup susah, terutama nyambungin kabel-kabelnya. Tapi kami dibimbing ibu guru," jelas dia.
Untuk membuat alat pembersih itu, selain botol bekas air mineral, dibutuhkan juga kardus, pipa, isolatif, kabel, kaleng bekas, dan peralatan serta perlengkapan lainnya.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Terlibat Dalam Festival Pencak Silat, Kapolres Sukabumi: Minimalisir Aksi Tawuran
Inovasi ini tidak hanya menjadi solusi alternatif pembersih ruangan, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
Proyek ini lahir dari inisiatif sekolah yang selama empat tahun terakhir gencar mengampanyekan pengolahan sampah secara kreatif. Proses pembuatannya pun menjadi ajang pembelajaran keterampilan, kerja sama, dan problem solving di kalangan siswa.
Dengan pendampingan guru, mereka belajar menghubungkan kabel, merancang struktur alat, hingga memahami prinsip kerja kipas penyedot.
Baca Juga: Pelajar Kota Sukabumi Bertolak ke Filipina, Ini Event yang Akan Diikutinya
Kepala SDN Sukatani, Nurhayati, menjelaskan siswa diterapkan pembelajaran menggunakan metode pendekatan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkannya melalui pemanfaatan barang bekas.
"Barang-barang rongsokan yang mungkin tak bermanfaat bagi orang lain, kami manfaatkan untuk sarana belajar siswa. Salah satunya membuat alat penyedot debu dan kotoran menggunakan barang-barang bekas," kata Nurhayati.