Prosesnya memang tidak muda karena awalnya para siswa tak percaya diri. Tapi lama kelamaan mereka mulai menemukan jalannya.
"Kami beri ilmu dan praktik keterampilan hingga akhirnya bisa membuat sebuah produk dari barang bekas," terang Nurhayati.
Di sekolah tersebut, para siswa juga diajari mengolah sampah menjadi kompos, ecoenzym, ecobrick, hingga kerajinan bernilai jual.
Artikel Terkait
Ratusan Pelajar Terlibat Dalam Festival Pencak Silat, Kapolres Sukabumi: Minimalisir Aksi Tawuran
Ungkapan Bahagia Para Pelajar Bogor Ikut Sambut Erdogan: Sangat Bangga dan Bersyukur
Prabowo Sapa Pelajar di Turki, Tanya Kabar Hingga Diskusi Terbuka