Prosesnya memang tidak muda karena awalnya para siswa tak percaya diri. Tapi lama kelamaan mereka mulai menemukan jalannya.
"Kami beri ilmu dan praktik keterampilan hingga akhirnya bisa membuat sebuah produk dari barang bekas," terang Nurhayati.
Di sekolah tersebut, para siswa juga diajari mengolah sampah menjadi kompos, ecoenzym, ecobrick, hingga kerajinan bernilai jual.