FAJARSUKABUMI - Beberapa hari menjelang Iduladha 1446 Hijriah, pemeriksaan kesehatan hewan kurban diintensifkan pemerintah daerah setempat. Terdapat ribuan ekor hewan kurban yang beredar di pasaran.
Namun, sejauh mana upaya pemeriksaan kesehatannya dilakukan?. Dari ribuan ekor hewan kurban itu, berapa yang sudah menjalani pemeriksaan kesehatan?
Dituturkan Kharisudin sebagai Jabatan Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, hingga pekan lalu, jumlah hewan kurban yang sudah menjalani pemeriksaan terdata sebanyak 5.501 ekor.
Baca Juga: Ingin Beli Hewan Kurban di Sukabumi, DKP3 : Kita Pastikan Layak Konsumsi
Hewan kurbannya terdiri dari sapi sebanyak 2.649 ekor, domba 2.019 ekor, kambing 823 ekor, dan kerbau 10 ekor.
"Sudah ada ribuan ekor hewan kurban yang kami periksa," kata Kharisudin dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Sabtu, 31 Mei 2025.
Dia memastikan, dari hasil pemeriksaan, sampai saat ini tak ditemukan adanya hewan kurban terjangkit penyakit. Terutama Antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), maupun lumpy skin disease (LSD) atau dikenal lato-lato.
"Alhamdulillah, sementara ini tidak ditemukan penyakit," imbuhnya.
Baca Juga: Bayar Hutang Atau Kurban, Mana Yang Harus Didahulukan? Jangan Keliru, Simak Penjelasan Berikut Ini
Kharisudin menegaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban masih terus lakukan. "Tapi, biasanya makin ke sini pertambahan jumlah hewan kurban akan makin melambat," ujar dia.
Menurutnya, pemeriksaan hewan ternak merupakan kegiatan rutin. Namun menjelang Iduladha, pemeriksaannya diintensifkan mengingat arus lalu lintas pasokan hewan kurban cenderung meningkat.
"Jumlah hewan kurban yang kami periksa tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur," ucap Kharisudin.
Baca Juga: Bolehkan Kurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal? Jangan Salah, Berikut Penjelasan Sesuai Hadist
Setiap hewan kurban yang sudah menjalani pemeriksaan kemudian dilabeli. Langkah itu untuk memberikan jaminan kepada masyarakat, hewan kurban layak disembelih dan dikonsumsi.
"Kami pasang label sehat pada setiap hewan kurban yang sudah diperiksa," pungkasnya.