"Hidup ya bu, ada bantuan," seru salah seorang warga dengan antusias.
Kabar gembira ini pun langsung disebarluaskan kepada pengungsi lainnya yang berada di tenda-tenda atau ruang perawatan.
"Udah ada lampu, udah ada lampu," kata seorang warga mengabarkan keberadaan cahaya tersebut kepada rekan-rekan sesama pengungsi.
Bagi warga Bener Meriah, menyalanya lampu setelah 21 hari kegelapan bukan sekadar soal penerangan, melainkan simbol kembalinya denyut kehidupan dan secercah harapan di tengah bencana.*