"Hidup ya bu, ada bantuan," seru salah seorang warga dengan antusias.
Kabar gembira ini pun langsung disebarluaskan kepada pengungsi lainnya yang berada di tenda-tenda atau ruang perawatan.
"Udah ada lampu, udah ada lampu," kata seorang warga mengabarkan keberadaan cahaya tersebut kepada rekan-rekan sesama pengungsi.
Bagi warga Bener Meriah, menyalanya lampu setelah 21 hari kegelapan bukan sekadar soal penerangan, melainkan simbol kembalinya denyut kehidupan dan secercah harapan di tengah bencana.*
Artikel Terkait
Bulog Cianjur Serap Gabah Hampir 59 Ribu Ton
Bupati Sukabumi Asep Japar Tegaskan Peran Strategis FKDT Cetak Karakter Anak Bangsa
Festival Eksplorasi Pariwisata 2025 Angkat Potensi Kadudampit, Bupati Sukabumi Dorong Pengembangan Kawasan Cinumpang
Hukum Mengucapkan Selamat Natal atau Ikut Merayakan Natal bagi Seorang Muslim
Pelantikan PTMSI Kota Sukabumi, Pemkot Tegaskan Komitmen Majukan Olahraga Lewat Kolaborasi
Pergerakan Tanah di Warungkiara Sukabumi Picu Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum
Insiden Maut di Peusangan Selatan: Boat Pengangkut Barang Terbalik, 1 Orang Masih Dalam Pencarian