hukum

Pasca Viral Kasus Dokter Cabul di Medsos, Menkes Justru Soroti Jam Kerja Peserta PPDS yang Berlebihan

Senin, 21 April 2025 | 19:00 WIB
Potret Menkes soroti jam kerja berlebihan peserta PPDS usai kasus viral. Janji beri izin praktik agar mereka bisa dapat penghasilan. (Foto Ist)

FAJARSUKABUMI - Linimasa media sosial (medsos) kini tengah ramai memperbincangkan terkait kasus pelecehan seksual yang diduga melibatkan calon dokter yang merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS).

Terbaru, terdapat kasus peserta PPDS di Universitas Indonesia (UI) yang diduga merekam seorang mahasiswi yang sedang mandi.

Polres Metro Jakarta Pusat (Polres Jakpus) juga sempat menangkap dan menetapkan oknum dokter itu sebagai tersangka.

Baca Juga: Hotman Paris Bela Paula Verhoeven yang Diklaim Selingkuh, Bongkar Pasal Perceraian dari Kompilasi Hukum Islam: Harus Ada Bukti Zina!

Menyikapi viralnya kasus calon dokter yang dinilai cabul di medsos, Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin justru menyoroti terkait jam kerja para peserta PPDS yang dinilai berlebihan.

Budi menyoroti, jam kerja bagi para peserta PPDS yang kerap dianggap sebagai 'latihan mental' itu tidak perlu ada lagi dalam proses seleksi atau rekrutmen.

"Saya sering mendengar para peserta didik ini disuruh-suruh melakukan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan mereka atau bukan tugas mereka," terang Budi saat konferensi pers secara daring, pada Senin, 21 April 2025.

Baca Juga: Pengakuan Tersangka Dokter PPDS UI yang Diduga Rekam Mahasiswi Mandi: Khilaf, Ada Lubang Angin di Kosan Korban

Kemudian, Menkes RI itu menyebut adanya peserta PPDS sebagai 'kurir', lantaran harus membawa berbagai keperluan persuratan seperti bukti pemeriksaan lab, dan pengambilan obat pasien.

"Harus dorong-dorong tempat tidur pasien, mereka harus bekerja sebagai kurir yang membawa bukti pemeriksaan lab, pengambilan obat, itu bukan tugas mereka," tutur Budi.

"Saya akan komitmen memberikan waktu saya bertemu dengan mereka, agar well being mereka, kesehatan raga dan fisiknya itu kita pantau," tambahnya.

Baca Juga: Selain Ikut Soroti Isu Perselingkuhan dalam Keputusan Cerai dengan Baim Wong, Hotman Paris Juga Tawari Paula Verhoeven Jadi Aspri Khusus

Di sisi lain, Budi menjelaskan pihaknya akan mengatur proses pelaksanaan seleksi peserta PPDS, agar para residen dapat mendapatkan uang dari apa yang telah mereka jalani.

"Saya sudah minta ke Dirjen Tenaga Kesehatan, agar para peserta PPDS ini kita kasih SIP sebagai dokter umum," sebut Budi.

Halaman:

Tags

Terkini