Selasa, 21 April 2026

Wisatawan Asal Bogor Ditemukan Tewas Setelah Terserat Ombak Pantai Palabuhanratu

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Minggu, 29 Juni 2025 | 12:17 WIB
Tim SAR gabungan saat menemukan Jaki (19) wisatawan asal Kabupaten Bogor | sumber foto : ist
Tim SAR gabungan saat menemukan Jaki (19) wisatawan asal Kabupaten Bogor | sumber foto : ist

FAJARSUKABUMI - Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Jaki (19), remaja asal Cisarua, Kabupaten Bogor, dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari dinyatakan hilang akibat terseret ombak di Pantai Sunset, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Korban ditemukan pada Minggu (29/6) sekitar pukul 08.35 WIB oleh tim pencari gabungan di perairan Pantai Kebon Kelapa, Karanghawu, sejauh dua mil laut dari lokasi pertama ia dilaporkan hilang.

"Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan langsung dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut," kata Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto kepada fajarsukabumi.com, Minggu (29/6/2025). 

Baca Juga: Pantai Selatan Sukabumi Kembali Telan Korban, Remaja 19 Tahun Hilang Terseret Ombak

Dijelaskan Suryo, Jaki dilaporkan hilang pada Jumat 27 Juni lalu, sekitar pukul 16.30 WIB saat bermain air di pinggir Pantai Sunset. Saat itu, ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret korban ke tengah laut. Sejak saat itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat sekitar melakukan pencarian secara intensif.

Pada hari ketiga, operasi pencarian dibagi menjadi tiga unit. Unit pertama melakukan pencarian laut dengan perahu sejauh empat mil laut dari lokasi kejadian. Unit kedua melakukan penyisiran darat sejauh tiga kilometer, sementara unit ketiga menggunakan drone untuk pemantauan udara sejauh 400 meter.

"Pencarian ini membuahkan hasil setelah korban ditemukan mengapung di laut, tepatnya di sekitar Pantai Kebon Kelapa," ujar Suryo.

Baca Juga: Bocah Tenggelam di Pantai Buffalo Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia

Suryo mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada terhadap kondisi gelombang tinggi, terutama di wilayah pantai selatan Sukabumi yang dikenal memiliki arus bawah laut kuat dan berbahaya.

"Keselamatan adalah hal utama. Jangan abaikan rambu peringatan maupun imbauan dari petugas di lapangan," tegas Suryo.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X