Minggu, 19 April 2026

Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi Meluas, 25 Bangunan Rusak dan Warga Mengungsi

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Minggu, 1 Maret 2026 | 09:08 WIB
Bangunan Pondok Pesantren Kampung Cijambe RT 005/RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung terdampak pergerakan tanah (Anugrah)
Bangunan Pondok Pesantren Kampung Cijambe RT 005/RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung terdampak pergerakan tanah (Anugrah)

FAJARSUKABUMI - Pergerakan tanah melanda Kampung Cijambe RT 005/RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Bencana yang terpantau sejak Minggu (22/2) itu semakin meluas setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras hampir sepekan terakhir.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung mencatat sebanyak 25 bangunan terdampak, dengan tingkat kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.

P2BK Bantargadung, Sihabudin, mengatakan intensitas hujan sedang hingga lebat dalam durasi lama membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan labil.

Baca Juga: Pergerakan Tanah di Warungkiara Sukabumi Picu Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum

“Bencana ini akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu lama. Kondisi tanah menjadi labil karena jenuh air. Retakan pada dinding dan lantai rumah warga terus bertambah dan masih kami pantau secara berkala,” kata Sihabudin dalam laporan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Dari total 25 bangunan terdampak, lima di antaranya mengalami rusak berat, terdiri dari empat rumah warga dan satu bangunan pondok pesantren yang dihuni sekitar 20 orang. Selain itu, enam rumah tercatat rusak sedang dan 14 rumah lainnya rusak ringan dengan retakan di sejumlah bagian struktur.

Akibat kerusakan berat tersebut, empat kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sementara penghuni pondok pesantren masih berada di lokasi dengan pengawasan dan kewaspadaan ketat.

Baca Juga: Tujuh Desa di Pagelaran Dilanda Pergerakan Tanah

Sihabudin menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil, hingga Polsek setempat untuk penanganan lebih lanjut. Pemantauan dilakukan secara berkala guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Ia mengimbau warga segera keluar rumah apabila retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah.

“Jika retakan semakin melebar atau terdengar suara pergerakan tanah, segera keluar rumah dan laporkan kepada aparat setempat. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Gempol Palabuhanratu Terancam Pergerakan Tanah, Bupati: Dorong Ratusan Rumah Bakal Relokasi

Saat ini, kata dia, dibutuhkan kajian teknis terhadap kondisi tanah untuk memastikan tingkat kerawanan dan menentukan langkah mitigasi lanjutan. Opsi perkuatan struktur tanah hingga relokasi warga akan dipertimbangkan apabila situasi dinilai membahayakan.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X