Selasa, 21 April 2026

Pj Gubernur Kaget Melihat Dampak Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem di Kota Sukabumi

Photo Author
Zetta Al Fajr, FajarSukabumi.com
- Rabu, 6 November 2024 | 20:18 WIB
TINJAU: Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meninjau lokasi terdampak cuaca ekstrem di Kota Sukabumi. (IST/PEMKOT SUKABUMI)
TINJAU: Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meninjau lokasi terdampak cuaca ekstrem di Kota Sukabumi. (IST/PEMKOT SUKABUMI)

FAJARSUKABUMI - Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, meninjau sejumlah lokasi terdampak cuaca ekstrem di Kota Sukabumi, Rabu, 6 November 2024. Bey pun lantas mengingat masyarakat agar waspada terhadap potensi curah hujan tinggi karena berdasarkan perkiraan BMKG akan terjadi hingga tahun depan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang. Di lokasi Bey memantau kondisi permukiman warga yang terdampak cukup parah.

Bey cukup terkejut dengan dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem di Kota Sukabumi. Tingkat kerusakannya relatif cukup parah.

Baca Juga: Kota Sukabumi 'Dikepung' Bencana, Banjir di Mana-mana Dampak Cuaca Ekstrem

"Ini tentu cukup berat bagi masyarakat," kata Bey.

Tak hanya di Kota Sukabumi, dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Selasa, 4 November 2024 itu, juga terjadi di Kabupaten Bandung. Menurut Bey, saat ini memang tengah terjadi peralihan musim dari kemarau ke hujan.

Di masa transisi itu memicu potensi cuaca ekstrem. Kondisinya terjadi hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang serta petir.

"Hujan ekstrem diprediksi terjadi sampai Februari 2025. Warga harus berhati-hati," ungkapnya.

Baca Juga: Hadapi Bencana, Pemuda Pancasila Kota Sukabumi Siagakan Kader Terbaik

Saat ini Pemkot Sukabumi melalui BPBD setempat masih mengasesmen dampak cuaca ekstrem. Berbagai kebutuhan masyarakat yang terdampak juga masih proses identifikasi. "Tapi yang pasti dibutuhkan itu pakaian dan lainnya," tuturnya.

Bey mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga lingkungan. Pasalnya, di lokasi dia menemukan sampah yang kemungkinan terbawa saat terjadi banjir.

"Kita melihat banyak sampah yang menumpuk di sungai. Kemungkinan ada yang buang sampah sembarangan. Lalu harus diperhatikan juga bangunan di garis sempadan sungai. Pemerintah kota dan kabupaten harus lebih tertib lagi menerbitkan izin," pungkasnya.

Editor: Zetta Al Fajr

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X