FAJARSUKABUMI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengingatkan semua yang terlibat dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cidadap di Kecamatan Simpenan untuk mengutamakan keselamatan.
Terutama dalam penggunaan air dan aspek kebersihan lainnya.
"Program MBG (Makan Bergizi Gratis) ini harus benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan. Jadi programnya harus berjalan aman dan lancer," ujarnya, Selasa, 10 Juni 2025.
Baca Juga: Ayep Zaki Serius Membangun Ekosistem Pertanian di Kota Sukabumi, Ini Buktinya
Apalagi goal dari program MBG ini adalah Indonesia Emas 2045. Maka dari itu, Sukabumi pun harus ikut terlibat dalam mewujudkannya.
"Dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, saat ini baru terdapat 18 dapur. Selain Warungkiara yang sudah menjadi contoh, Cidadap juga harus bisa menjadi panutan," ucapnya.
Apalagi, dampak dari program MBG sangatlah luas. Hal itu dimulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, kesejahteraan petani, kesehatan yang membaik, hingga kemajuan pendidikan.
Baca Juga: Tersenyumlah Kaka Ricky, Meski Jepang Bikin Garuda Tak Berkutik di Osaka
"Mudah-mudahan pendapatan masyarakat juga bisa meningkat. Saya berharap program ini bisa berjalan dengan lancar. Camat dan pengurus harus menjalin komunikasi dengan dinas terkait jika ada kebutuhan, sehingga kolaborasi pentahelix dapat diterapkan," ungkapnya.
Sementara itu, Perwakilan Badan Gizi Nasional Ali Simaung mengungkapkan, pembentukan dapur SPPG bukan hal yang mudah.
Sehingga butuh perjuangan ekstra, baik dari sisi sumber daya manusia yang mumpuni maupun kesiapan finansial.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Mengurangi Plastik, Ternyata Ini Alasannya
"Kami sangat mengapresiasi terwujudnya SPPG Cidadap ini," terangnya