Selasa, 21 April 2026

Selidiki Kasus MBG yang Diduga Buat Keracunan Puluhan Siswa di Cianjur, BGN: Berasal dari MBG atau Bukan?

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 24 April 2025 | 07:17 WIB
Potret menu mbg (Foto Ist)
Potret menu mbg (Foto Ist)

FAJARSUKABUMI - Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin 21 April 2025 lalu.

Insiden ini langsung ditanggapi serius oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini tengah menyelidiki penyebab pasti dari kejadian tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan empati mendalam kepada seluruh siswa yang terdampak, terutama para korban dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur.

Baca Juga: Pilu Paula Verhoeven Merasa Terus Disudutkan usai Dituding Selingkuh, Sebut Anaknya yang Jadi Korban

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama lembaganya.

"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” ujar Dadan Hindayana pada Selasa, 22 April 2025.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," tambahnya.

Baca Juga: Rugi Hampir Rp1 Miliar, Mitra Dapur MBG Lapor Polisi karena Belum Dibayar

Lebih lanjut, Dadan juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun langkah-langkah antisipatif guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

"Kami mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Selain itu, kami akan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG," tuturnya.

Sementara itu, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Beda dari Kontrak, Mitra Dapur MBG Klaim Ada Pemangkasan Harga Sepihak yang Dilakukan oleh Yayasan MBN

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Hasil pengujian laboratorium tersebut baru akan diketahui dalam kurun waktu 10 hari ke depan.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X