FAJARSUKABUMI - Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat menyebutkan, banyak permasalahan di industri tekstil di Indonesia. Terutama di era kepemimpinan sebelumnya.
"Problem tekstil di era sebelumnya banyak masalah. Kita dibanjiri produk murah dari Cina," ujarnya.
Menurutnya, hal itu dikarenakan kemudahan dalam mengimpor barang. Sehingga, hampir semua barang bisa masuk ke Indonesia dengan mudah.
Baca Juga: Serikat Buruh Sambut Baik Upaya Penyelamatan Sritex Oleh Prabowo
"Indonesia, negara paling mudah mengimpor barang. Termasuk penyelundupan pun cukup besar sekali," ucapnya.
Atas dasar itu semua, pabrik tekstil di Indonesia hanya memenuhi 28 persen kebutuhan dalam negeri.
Seharusnya, Indonesia mengetatkan impor. Sehingga bisa mengurangi barang impor yang ugal-ugalan.
Baca Juga: Ini Alasan HKN Dilaksanakan Per Wilayah di Sukabumi
"Pengetatannya minimal disamakan dengan negara di Asean. Dengan itu, masalah bisa terselesaikan," ungkapnya.