FAJARSUKABUMI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bergerak cepat pascabencana akibat cuaca ekstrem. Terutama melakukan upaya pencegahan penyebaran penyakit di kawasan permukiman.
Upayanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Langkah itu dilakukan agar tidak memicu bencana baru berupa penyebaran penyakit.
Komandan Korps Sukarelawan (KSR) PMI Kota Sukabumi, Fisal Fatriadi, mengatakan sasaran penyemprotan disinfektan yaitu rumah-rumah warga. Salah satu yang menjadi titik penyemprotan berada di Kecamatan Citamiang.
Baca Juga: Wilayah Terdampak Bencana Bertambah jadi 112 Lokasi Tersebar di 7 Kecamatan
"Di antaranya di Kelurahan Gedongpanjang, Tipar, Citamiang, dan beberapa titik lainnya," kata Fisal, Kamis, 7 November 2024.
Dia menuturkan, penyemprotan cairan disinfektan dilakukan untuk mencegah timbulnya potensi bibit penyakit. Sebab, pascabencana terjadi banyak genangan air dan lumpur yang terbawa banjir.
"Termasuk material sampah yang menumpuk. Jika dibiarkan, ini akan menjadi bibit penyakit yang bisa mengancam kesehatan lingkungan masyarakat," terangnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Kaget Melihat Dampak Kerusakan Akibat Cuaca Ekstrem di Kota Sukabumi
Petugas di lapangan dibekali alat spayer. Menurut Fisal, cairan disinfektan sangat efektif dan reaksinya cepat membunuh semua mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur.
"Dengan disemprotkannya cairan disinfektan, maka bisa diantisipasi potensi risiko yang kemungkinan terjadi dari dampak pascabanjir seperti penyebaran penyakit diare, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), dan lain-lain," jelasnya.
Selain rumah warga, sasaran penyemprotan disinfektan yaitu majelis atau tempat pengajian. Para relawan PMI juga sekaligus membantu membersihkan gorong-gorong dan sampah yang masih berserakan di rumah warga usai terbawa banjir.
Baca Juga: Kota Sukabumi 'Dikepung' Bencana, Banjir di Mana-mana Dampak Cuaca Ekstrem
"Kami di PMI merespons kejadian bencana akibat cuaca ekstrem dengan mengerahkan relawan KSR dan relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) membantu proses evakuasi dan pembersihan material lumpur di rumah warga," pungkasnya.