news

PMI Kota Sukabumi Lakukan ini di Cikundul dan Baros

Minggu, 15 Desember 2024 | 19:28 WIB

FAJARSUKABUMI - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi mengkaji risiko bencana gempa bumi melalui penguatan penilaian kapasitas dan kerentanan.
 
Hal itu untuk mendukung program kesiapsiagaan gempa bumi di Kota Sukabumi yang merupakan rangkaian program yang didukung oleh Palang Merah Amerika (Amcross) dan USAID. 
 
Ketua PMI Kota Sukabumi Suranto Sumowiryo mengatakan, kajian ini dipusatkan di wilayah intervensi program yakni di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu dan Kelurahan/Kecamatan Baros.
 
Baca Juga: Dikunjungi Menteri LH, Begini Nasib Pabuaran ke Depannya
 
Proses kajian dan pemetaan risiko ini memakan waktu cukup lama selama lima hari dengan memberikan pembekalan kepada Relawan Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat).
 
"Adapun materi dasar yang diberikan berupa participatory rural appraisal (PRA) atau metode pendekatan efektif dalam menggali dan mengkaji informasi berdasarkan pemikiran dan sudut pandang masyarakat sebagai langkah awal dalam upaya mitigasi pengurangan risiko bencana di wilayah rawan," ujarnya.
 
Dalam pendekatan metode ini, akan menitikberatkan pada partisipasi masyarakat dalam mengikuti proses kajian dan diskusi serta peran aktif mereka secara partisipatif.
 
Baca Juga: Kota Sukabumi Tuan Rumah PKD Jawa Barat, Pj Gubernur Buka Secara Resmi
 
"Relawan Sibat diajarkan secara partisipatif mengenal kondisi lingkungannya masing masing terutama dalam menilai potensi risiko ancaman, kerentanan dan kapasitas di wilayahnya masing-masing," ucapnya.
 
Manajer Program PMI Kota Sukabumi Dinar Muhamad menambahkan dokumen kajian risiko yang disajikan nantinya akan dimanfaatkan untuk menentukan mitigasi yang tepat dan
 
"Semua itu sebagai perencanaan pembangunan kelurahan yang berwawasan pengurangan risiko bencana," pungkasnya.

Tags

Terkini