FAJARSUKABUMI - Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango masih banyak ditemukan sampah berserakan. Padahal, pendakian ke kawasan tersebut masih ditutup menyusul terjadinya aktivitas vulkanis.
Diduga, sampah-sampah tersebut berasal dari para pendaki ilegal. Terutama sampah jenis plastik berupa botol air minum.
Kondisi itu mendorong para relawan (voulenteer) bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melakukan operasi sampah. Selama dua hari, terhitung 16-17 April 2025, puluhan relawan yang merupakan mitra Balai Besar TNGGP memunguti sampah di jalur pendakian.
Relawan lingkungan dari Volunteer Raindeward1819, Andri Gunawan, mengaku prihatin masih adanya oknum pendaki yang membuang sampah di kawasan Gunung Gede Pangrango. Jika dibiarkan, kondisi itu akan merusak keindahan alam, terutama mengancam kelestarian ekosistem kawasan gunung.
"Hasil Operasi Sampah yang kami lakukan selama dua hari, sebagian besar yang berhasil terkumpul berjenis plastik, terutama bekas botol air mineral," kata Andri kepada wartawan, Jumat, 18 April 2025.
Bagi Andri kondisi itu cukup miris. Terlebih, plastik nerupakan sampah yang proses penguraiannya membutuhkan waktu hampir puluhan tahun. Pembersihan sampah difokuskan di jalur pendakian Cibodas hingga ke puncak Pangrango.
Sementara di jalur pendakian lain ditangani personel penjaga setempat. Aksi bersih-bersih sampah melibatkan hampir 50 orang relawan.
"Bagi kami kondisi di jalur pendakian sangat miris. Sebab masih ditemukan sampah, padahal jalur pendakian sedang ditutup," pungkasnya.
Kepala Balai Besar TNGGP, Adhi Nurul Hadi, Operasi Sampah difokuskan di tiga jalur utama pendakian yakni Cibodas, Gunung Putri, dan Salabintana. Kegiatannya merupakan inisiasi bersama antara Balai Besar TNGGP dan para mitra relawan antara lain Volunteer Raindeward1819, Mountana, GPO, dan relawan lainnya.
Dia menuturkan, kegiatan ini sebetulnya dilakukan berdasarkan temuan tim lapangan sebelum dan sesudah Ramadan. Banyak titik-titik di jalur pendakian dan area perkemahan yang dipenuhi sampah, khususnya berjenis plastik.
“Ini adalah bagian dari pelayanan kami terhadap pengunjung, agar ketika pendakian dibuka kembali berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi, para pengunjung bisa merasa nyaman," pungkasnya.
Artikel Terkait
Dibawah Kaki Gunung Butak, RTH Tenjoresmi Tempat Rileksasi di Palabuhanratu
4 Fakta Terkini Pendaki Viral Naik Gunung Marapi di Sumbar hingga Bikin Jalur Wisata Ditutup Permanen
Kronologi Insiden yang Dialami Fiersa Besari di Puncak Cartensz, Tim Ekspedisi Alami Kondisi Bahaya saat Turun Gunung
Keluarga Pendaki Gunung Elsa Laksono Unggah Foto Terakhir Mendiang di Puncak Carstensz Pyramid, Janji Akun Medsosnya Tetap Aktif untuk Berbagi Kisah I