Selasa, 21 April 2026

Buntut Kasus Dokter Cabul, Menkes Budi Gunadi Kini Wajibkan Rekrutmen PPDS Pakai Tes Psikologi

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 21 April 2025 | 15:10 WIB
Potret Menkes soroti jam kerja berlebihan peserta PPDS usai kasus viral. Janji beri izin praktik agar mereka bisa dapat penghasilan. (Foto Ist)
Potret Menkes soroti jam kerja berlebihan peserta PPDS usai kasus viral. Janji beri izin praktik agar mereka bisa dapat penghasilan. (Foto Ist)

FAJARSUKABUMI - Sedang ramai mendapatkan sorotan di media sosial (medsos), terkait kasus-kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum calon dokter di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Sebelumnya diketahui, kasus pelecehan yang melibatkan calon dokter spesialis itu salah satunya yakni skandal pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh residen anestesi di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Priguna Anugerah Pratama (PAP).

Dalam kasus berbeda, Polres Metro Jakarta Pusat (Polres Jakpus) juga sempat menangkap peserta PPDS di Universitas Indonesia (UI) yang diduga merekam seorang mahasiswi sedang mandi.

Baca Juga: Pengakuan Tersangka Dokter PPDS UI yang Diduga Rekam Mahasiswi Mandi: Khilaf, Ada Lubang Angin di Kosan Korban

Terkait hal itu, Menteri Kesehatan RI (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menanggapi pelanggaran etik dan disiplin oleh tenaga medis, khususnya calon dokter spesialis.

Budi mengaku sangat menyesalkan kejadian tak etis itu terjadi di dunia kedokteran.

"Kami menyesalkan sekali, kejadian-kejadian yang berdampak, bukan hanya bagi peserta didik, tapi bagi masyarakat semua," ungkap Budi saat konferensi pers secara daring, pada Senin, 21 April 2025.

Baca Juga: Zulhas Persilakan Kader PAN untuk Maju Sebagai Cawapres di Pilpres 2029: Terbuka, Siapapun Siap Bertarung

"Untuk itu, kami merasa harus ada perbaikan yang serius, sistematis, dan konkret bagi pendidikan program dokter spesialis ini," sambungnya.

Budi kemudian mengklaim, pihaknya akan mewajibkan para peserta PPDS untuk melakukan tes psikologis terlebih dahulu.

Menkes RI itu menilai, hal tersebut agar dapat mengetahui kondisi kejiwaan dan kesiapan peserta PPDS untuk melakukan pendidikan dan melayani masyarakat.

Baca Juga: Selain Ikut Soroti Isu Perselingkuhan dalam Keputusan Cerai dengan Baim Wong, Hotman Paris Juga Tawari Paula Verhoeven Jadi Aspri Khusus

"Saya minta transparansi rekrutmen ini dilakukan dengan baik. Jadi tidak ada lagi preferensi khusus kita salah pilih," terang Budi.

"PPDS di rumah sakit tidak dilakukan langsung oleh konsulen, tapi dilakukan oleh senior, sehingga ini tidak memberikan kualitas yang kita inginkan," tungkasnya.*

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X