Selasa, 21 April 2026

Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 24 April 2025 | 07:35 WIB
Potret Fransiskus  (Foto Istimewa )
Potret Fransiskus (Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Penghapusan pesan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus oleh Pemerintah Israel bukanlah tanpa sebab.

Di balik diamnya para pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tersimpan ketegangan diplomatik yang dipicu oleh pernyataan-pernyataan kritis Paus sepanjang tahun terakhir hidupnya.

Kementerian Luar Negeri Israel sempat mengunggah ucapan duka di akun Instagram, Facebook, dan X, namun secara cepat menghapusnya.

Baca Juga: Prabowo Izinkan Negara Lain yang Butuh Beras dari RI: Jangan Cari Untung, Kita Bukan Bangsa 'Minta-minta'

Ketika ditanya mengenai penghapusan itu, seorang pejabat kementerian mengatakan bahwa unggahan tersebut “diunggah karena kesalahan” dan menyatakan bahwa pernyataan Paus yang menentang Israel dan perang selama masa hidupnya tidak akan dilakukan setelah kematiannya.

Israel mengaku menghormati perasaan para pengikutnya.

Kontroversi ini merujuk pada kritik tegas Paus terhadap operasi militer Israel di Gaza.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Alasan Inisiasi Beasiswa Anak Palestina: Mereka Harus Selamat, Sehat, Terdidik

Dalam beberapa pernyataannya, Paus Fransiskus menyebut situasi di Gaza bukan lagi perang, melainkan kekejaman. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa tindakan Israel mengandung “ciri-ciri genosida.”

"Apa yang terjadi di Gaza memiliki ciri-ciri genosida," ujar Paus dalam sebuah pernyataan November lalu.

Komentarnya tersebut menyulut kemarahan sejumlah tokoh Yahudi, termasuk kepala rabbi Roma yang menuduh Paus menunjukkan “kemarahan selektif.”

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Peran Baznas untuk Palestina

Rekam jejak Paus Fransiskus selama kepemimpinannya memang memperlihatkan keseimbangan dalam konflik internasional, termasuk menyuarakan keprihatinan terhadap antisemitisme, namun juga mengutuk pelanggaran hak asasi manusia di berbagai belahan dunia—termasuk di Gaza.

Di tengah ketegangan tersebut, hanya Presiden Isaac Herzog yang menyampaikan belasungkawa secara resmi, menggambarkan Paus sebagai “pria dengan iman yang dalam dan kasih sayang yang tak terbatas.”
Namun, sikap resmi Israel tetap tegas. Meskipun hubungan Katolik-Yudaisme telah membaik selama beberapa dekade terakhir, kritik Paus mengenai operasi Israel di Gaza meninggalkan ketegangan yang tampaknya masih membekas hingga hari wafatnya.

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X