FAJARSUKABUMI - Masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja mulai menimbulkan kekhawatiran baru, khususnya bagi Generasi Z (Gen Z) yang berkarier di sektor teknologi.
Ekonom senior Goldman Sachs, Joseph Briggs, menyebut Gen Z sebagai kelompok paling rentan terdampak revolusi AI yang kini berada di ambang peluang dan ancaman nyata.
“Para pekerja Gen Z di bidang teknologi adalah yang paling berisiko digantikan oleh teknologi ini,” ujar Briggs seperti dikutip dari Times of India.
Baca Juga: Ustadzah Tsani Liziah: Orang Tua Hebat di Era Digital Harus Bijak dan Tidak Mengeluh
Meski adopsi AI di lingkungan perusahaan global saat ini masih tergolong awal, dampaknya disebut sudah terasa. Data Goldman Sachs menunjukkan, tingkat pengangguran di kalangan usia 20 hingga 30 tahun naik sekitar tiga poin persentase sejak awal 2025.
Kenaikan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok pekerja senior atau profesional di sektor lain.
Salah satu indikator lainnya adalah penurunan signifikan jumlah lowongan kerja untuk posisi pemula di bidang teknologi. Di Amerika Serikat, data terbaru mencatat penurunan sebesar 35 persen sejak 2023.
Baca Juga: Tidak Mampu Manfaatkan 2 Penalti! Persib Bandung Gagal Bawa Poin Penuh di Kandang PSIM Yogyakarta
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah kalangan Gen Z mulai mengambil langkah strategis. Banyak yang memilih mengikuti pelatihan intensif dan mengejar sertifikasi di bidang teknologi tertentu guna meningkatkan daya saing.
Selain itu, jalur kewirausahaan juga menjadi alternatif. Bermodalkan keterampilan digital, tidak sedikit Gen Z yang memilih membangun usaha sendiri demi mengurangi ketergantungan pada perusahaan besar.
Namun, Briggs menilai, tidak semua pihak merasa optimistis. Revolusi AI yang berkembang sangat cepat dianggap dapat semakin menyulitkan Gen Z dalam membangun karier jangka panjang di sektor teknologi.
Baca Juga: Cukai Minuman Berpemanis Siap Berlaku pada 2026, DPR Pastikan Tarif Dikonsultasikan
“Gen Z perlu menyikapi AI bukan hanya sebagai inovasi, tetapi juga sebagai tantangan besar yang akan menentukan arah masa depan karier mereka,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ingin Menikmati Kehebatan AI Di Samsung S25 Series, Begini Caranya
Berkembangnya AI, Bill Gates Prediksi Guru dan Dokter akan Hilang dalam 10 Tahun Mendatang
Indosat Perluas Akses Digital dan Kembangkan Talenta Muda Lewat AI di Kuartal I 2025
Indonesia Bakal Masukan AI Jadi Kurikulum Baru di Sekolah
Indosat Resmikan AI Experience Center di Jayapura, Dorong Transformasi Digital Inklusif di Timur Indonesia
Indosat Ooredoo Hutchison Konsisten Bagikan Dividen, Perkuat Transformasi Menuju AI TechCo
Sahabat-AI, LLM Karya Anak Bangsa Berkapasitas 70 Miliar Parameter, Hadir di GoPay dan Situs Resmi
Momen Hasto Kristiyanto Mengaku Bakal Minta Bantuan AI Tuk Susun Pembelaan Dirinya yang Kini Terjerat Dugaan Suap
Ratusan Ibu-Ibu di Sukabumi Ikuti Pelatihan AI, Wali Kota: Kalau Kita Mengabaikan AI Kita Akan Tertinggal
Studi: Warga RI Masuk Barisan Paling Takut Pekerjaannya Tergerus AI, Jerman-Jepang Justru Sebaliknya