FAJARSUKABUMI - Fenomena hujan es yang beberapa kali melanda sejumlah daerah di Indonesia menarik perhatian publik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es terjadi akibat pembekuan tetes air di awan kumulonimbus ketika terbawa ke lapisan atmosfer bersuhu sangat rendah, di bawah nol derajat Celsius.
Menariknya, fenomena alam ini telah digambarkan dalam Al-Qur’an, Surah An-Nur ayat 43. Ayat tersebut menjelaskan bagaimana awan terbentuk, menumpuk, lalu menurunkan hujan deras dan butiran es yang ditimpakan kepada siapa pun yang Allah kehendaki.
Tafsir Kementerian Agama menegaskan, awan yang berarak itu bagaikan gunung-gunung besar di langit yang darinya turun hujan bercampur es.
Baca Juga: Istana Sebut Perpres Makan Bergizi Gratis Dalam Proses Penyempurnaan
Dalam penjelasan sains, butiran es terbentuk berlapis hingga cukup berat untuk jatuh ke permukaan. Kejadian ini, meski jarang, merupakan proses alamiah. Para ahli mengingatkan masyarakat agar tetap waspada ketika hujan es disertai angin kencang, tetapi tidak perlu panik.
Artikel Terkait
Sentilan Menkeu Purbaya soal Malas-malasan Bangun Kilang Minyak, Menteri ESDM Bahlil hingga Pertamina Buka Suara
Panenjoan, Permata Tersembunyi di Cibadak Sukabumi yang Makin Diminati Wisatawan
Desa Nanggerang Siap Tancap Gas Jadi Sentra Wisata Baru Sukabumi, Andalkan Alam dan Ekonomi Kreatif
Desa Nanggerang, dari Wilayah Pemekaran Kini Siap Menjadi Desa Wisata Mandiri di Sukabumi
Jalan Desa Disulap Jadi Destinasi Wisata, Warga Sukajaya Gotong Royong Tanpa Anggaran Pemerintah
Pernah Jadi Lokasi Syuting Keluarga Cemara, Desa Sukajaya Disiapkan Jadi Kampung Film
Istana Sebut Perpres Makan Bergizi Gratis Dalam Proses Penyempurnaan