FAJARSUKABUMI - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peradaban Islam dan Pondok Pesantren 2025 yang digelar di Universitas Nusa Putra, Sukabumi, melahirkan dua gagasan besar yang dinilai dapat menjadi arah baru peradaban Islam dunia.
Kedua gagasan itu adalah Jihad Digital dan Diplomasi Tanpa Senjata, yang menjadi bagian dari cetak biru Visi Peradaban Islam 2030.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cisaat dan dihadiri para ulama, akademisi, pimpinan pesantren, serta mahasiswa dari berbagai negara.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Dorong Ekonomi RW Lewat Budidaya Ikan Hias
Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Cisaat, Muhammad Azzaam Muttaqie, yang memimpin jalannya konferensi, menegaskan bahwa KTT tersebut bukan ajang kemarahan atau reaksi sesaat, melainkan ruang pencerahan bagi umat.
“Kami ingin mengembalikan pesantren pada tempatnya yang mulia sebagai sumber ilmu, sumber akhlak, dan sumber peradaban.Pesantren adalah benteng peradaban yang wajib dijaga dari stereotip dan pelecehan publik,” ujar Azzaam
KTT Peradaban Islam 2025 hadir di tengah kekhawatiran akan fragmentasi ideologis dan maraknya ekstremisme, serta dinamika global Era 5.0 yang menuntut adaptasi pesantren terhadap teknologi.
Baca Juga: Pemkab Sukabumi Dorong Percepatan Penyaluran KUR untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Forum ini juga menjadi refleksi atas polemik tayangan media yang dinilai merendahkan martabat dunia pesantren.
Dari pertemuan itu, lahir Visi Peradaban Islam 2030, yang dirancang sebagai peta jalan (blueprint) global untuk menggabungkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) dengan inovasi digital, riset, dan diplomasi modern.
Dua pilar utama menjadi fokus pembahasan KTT. Pertama, Jihad Digital, yang didefinisikan sebagai upaya membangun kedaulatan narasi Islam moderat di ruang siber.
Baca Juga: Pajero Sport Terbalik Usai Dihantam Truk Gas di Jalan Jajaway Palabuhanratu
"Melalui program ini, santri dan kader pesantren akan dilatih menjadi panglima media untuk melawan disinformasi, ujaran kebencian, dan narasi ekstrem," ungkapnya.
Program tersebut akan diwujudkan melalui pembentukan jaringan media, studio kreatif, serta pelatihan literasi digital di kalangan santri.
Artikel Terkait
Ribuan Anak Pesantren Sambut Peringatan Hari Santri di Pusat Kota Palabuhanratu
Diduga Akan Lakukan Aksi Tawuran, Delapan Remaja Sukabumi Langsung Dibina di Pesantren
Ingar Kasus Pencabulan di Lingkungan Ponpes, Cak Imin Janji Bakal Tindak Pesantren Sesat
Program Studi S3 Pendidikan Jasmani UNJ Gelar Pengabdian Masyarakat di Pesantren Al Ashariyyah Nurul Iman Kota Bogor
Banjir di Cibolang Sukabumi Rendam Pesantren dan Permukiman, Diduga Akibat Proyek Tol Bocimi
Hari Santri, Momentum Mengingat Resolusi Jihad dan Peran Pesantren dalam Membangun Bangsa