FAJARSUKABUMI - Di tengah puing-puing bencana yang menyisakan lumpur, debu, dan kelelahan, kehadiran prajurit TNI menjadi lebih dari sekadar simbol pengamanan.
Dengan seragam loreng yang basah dan kotor, mereka hadir menyatu dengan warga, bekerja tanpa banyak bicara, namun nyata terasa manfaatnya.
Di berbagai titik terdampak bencana di wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya, TNI menunjukkan wajah kemanusiaan yang utuh.
Tidak hanya membangun kembali infrastruktur, para prajurit juga mengambil peran-peran sederhana namun vital seperti memasak, membersihkan rumah ibadah, memperbaiki sekolah, hingga melayani kesehatan warga.
Berdasarkan pantauan di Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru, personel TNI terlihat bahu-membahu membersihkan rumah warga, termasuk rumah milik Sitompul.
Lumpur yang mengendap pascabanjir disapu perlahan, sementara di sudut desa lainnya, Masjid Subulul Ubudyah dicat ulang. Warna baru masjid tersebut menjadi simbol harapan agar warga dapat kembali beribadah dengan nyaman dan tenang.
Tak jauh dari lokasi itu, prajurit TNI dengan sepatu bot dan cangkul membersihkan SMP Swasta Fransiskus di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Progres pembersihan sekolah tersebut telah mencapai 93 persen dan menunjukkan semangat pantang menyerah demi mengembalikan aktivitas belajar mengajar.
Upaya serupa dilakukan di SDN 152981 Tukka 1A dan 1B di Kecamatan Tukka. Selain pembersihan, pengecatan dilakukan agar ruang kelas kembali layak digunakan.
Baca Juga: Ikuti Geopolitik Dunia, SBY Cemas PD III di Depan Mata: Polanya Mirip Perang Dunia I dan II
Sementara itu, di Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, TNI memperbaiki papan lantai jembatan gantung sebagai akses vital warga yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari.
Tak hanya mengurusi bangunan, TNI juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Dapur umum didirikan di beberapa titik, seperti di Desa Tilang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, dan di halaman Kantor Camat Batang Toru.