FAJARSUKABUMI - 3 November 2024 yang jatuh pada Minggu ini, ternyata sering diperingati sebagai hari kerohanian setiap tahunnya.
Di mana, peringatan tersebut sebagai upaya untuk saling menghargai dan menghormati antar umat beragama di Indonesia.
Apalagi, Indonesia memiliki keberagamaan agama yang dianut masyarakat. Hal itu seperti Agama Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katolik, Khonghucu.
Baca Juga: Kerennya Gunung Walat Cafe di Sukabumi
Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat hidup rukun dan damai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Berdasarkan data yang dihimpun fajarsukabumi.com dari berbagai sumber, peringatan ini didasari dari sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.
Hal itu pun menunjukan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keyakinan terhadap tuhan yang berbed, namun tetap bersatu sebagai bangsa.
Baca Juga: Muara Citepus Spot Favorit Pengendara Nikmati Sunset
Tak hanya itu saja, peringatan Hari Kerohanian ini pun sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 29 yang menyatakan, negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa, menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya.
Hal ini menunjukkan bahwa negara menghormati hak asasi manusia dalam bidang keagamaan dan tidak memaksakan satu agama tertentu kepada seluruh rakyatnya.
Peringatan Hari Kerohanian dapat menjadi wahana untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berakhlak mulia.
Baca Juga: Bukan Tanah Longsor, Bencana Ini Paling Banyak Terjadi di Kabupaten Sukabumi
Nilai-nilai luhur agama yang dipegang teguh oleh setiap individu, seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, menjadi pondasi penting dalam membangun karakter bangsa yang tangguh dan berintegritas.
Artikel Terkait
Sebut Banyak Masalah di Industri Tekstil, Ketua KSPSI : Indonesia Paling Mudah Impor Barang
Nikmatnya Bakso Jawara
Bukan Tanah Longsor, Bencana Ini Paling Banyak Terjadi di Kabupaten Sukabumi
Muara Citepus Spot Favorit Pengendara Nikmati Sunset
Kerennya Gunung Walat Cafe di Sukabumi