FAJARSUKABUMI - Di tengah jalanan Sukabumi yang sibuk, ada pemandangan yang tidak pernah berubah angkot yang terus berlalu-lalang, membawa penumpang ke berbagai sudut kota.
Namun, di balik kendaraan sederhana itu, ada cerita perjuangan yang sering terabaikan kisah para supir angkot.
Supir Angkot, Tulang Punggung Transportasi Rakyat
Transportasi publik seperti angkot menjadi salah satu andalan masyarakat Sukabumi, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Baca Juga: Lapang Merdeka Kota Sukabumi: Tempat Nongkrong Seru dan Wisata Kuliner Khas
Bagi para supir angkot, pekerjaan ini bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga melayani kebutuhan mobilitas masyarakat. Namun, semakin hari tantangan mereka semakin berat.
“Sekarang saingan makin banyak,” ujar Pak Rahmat (60), seorang supir angkot yang sudah lebih dari 20 tahun mengemudi di jalur utama Sukabumi. Beliau menjadi supir sejak tahun 1998 Hingga saat ini tahun 2024. “Penumpang sekarang banyak yang pakai ojek online. Kadang, dari pagi sampai siang, baru dapat satu-dua penumpang.”
Tantangan di Jalanan
Selain persaingan dengan transportasi online, supir angkot juga harus menghadapi biaya operasional yang terus meningkat.
Baca Juga: Resep Jus Segar Menyehatkan dengan Bayam, Apel Hijau, dan Jahe Mudah Cara Membuatnya
Harga bahan bakar yang fluktuatif dan biaya perawatan kendaraan menjadi beban tambahan.
Pak Rahmat bercerita bahwa pendapatannya sering kali hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Karena setoran ke bos angkot itu per harinya Delapan Puluh Ribu Rupiah.
Namun, ada sisi lain dari pekerjaan ini yang membuat mereka tetap bertahan. "Kalau lihat anak sekolah yang semangat atau ibu-ibu yang bilang terima kasih, rasanya lega," tambahnya.
Banyak supir angkot yang berharap transportasi ini tetap menjadi pilihan masyarakat. Pemerintah daerah Sukabumi sebenarnya telah mencoba beberapa program untuk mendukung transportasi publik, tetapi tantangan modernisasi angkot masih menjadi pekerjaan rumah.
Pak Rahmat sendiri berharap suatu hari nanti angkot bisa lebih nyaman dan menarik bagi penumpang. “Yang penting kami terus ada di jalan, biar penumpang juga tidak kesusahan kalau mau ke mana-mana,” tutupnya.
Baca Juga: Menikmati Jajanan dan Kuliner Sukabumi di Halaman Lapang Futsal Liverpool
Cerita para supir angkot mengingatkan kita tentang kerja keras dan pengabdian. Di balik kemudi angkot yang mungkin terlihat biasa saja, ada orang-orang yang berjuang demi keluarga dan masyarakat.
Semoga kisah ini membuka mata kita untuk lebih menghargai peran mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Ingin Sukses Investasi Emas, Begini Tipsnya
Ingin Usaha Sukses, Inilah Kunci Utamanya
Resep Bakso Ayam Sayur Nikmat Saat Musim Hujan Ala Sukabumi
Lapang Merdeka Kota Sukabumi: Tempat Nongkrong Seru dan Wisata Kuliner Khas
Menikmati Jajanan dan Kuliner Sukabumi di Halaman Lapang Futsal Liverpool