ragam

20 Tahun Menabung dari Hasil Jualan Roti di Pinggir Jalan, Pasutri Asal Cianjur Bersiap Ibadah Haji

Selasa, 13 Mei 2025 | 11:08 WIB
PERSIAPAN: Pasutri Ujang Jaenudin dan Nyai Nenah mempersiapkan keberangkatannya beribadah haji ke Tanah Suci yang dijadwalkan pada 19 Mei 2025.

FAJARSUKABUMI - Rasa syukur terus terucap dari Ujang Jaenudin dan Nyai Nenah. Pasangan suami istri warga Kampung Sudimampir Desa Kademangan Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur itu akhirnya bisa memenuhi panggilan beribadah ke Tanah Suci.

Apalagi biaya yang digunakan melunasi ibadah haji berasal dari hasil penjualan roti. Mereka konsisten menabung dari keuntungan hasil penjualan selama hampir 20 tahun.

Ditemui di kediamannya belum lama ini, pasutri itu menceritakan perjalanannya puluhan tahun menabung agar bisa menunaikan ibadah haji. Kisahnya diawali sekitar 2005.

Baca Juga: Jemaah Calon Haji Asal Sukabumi Mulai Diberangkatkan, Begini Pesan Bupati

Kala itu, Nyai Nenah berkeinginan bisa melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Kesehariannya yang berjualan roti di ruas Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur, tak menyurutkan cita-citanya bisa menunaikan Rukun Islam kelima itu.

Suaminya, Ujang Jaenudin, pun memiliki niat serupa. Keduanya lantas membuat celengan berbahan kayu yang digunakan untuk menabung.

"Waktu itu sekitar tahun 2005, awalnya hanya saya yang berjualan roti di pinggir jalan. Kemudian suami saya mulai ikut membantu," kata Nyai Nenah kepada wartawan ditemui di rumahnya, belum lama ini.

Baca Juga: Dukung Ibadah ASN, 80 Calon Jemaah Haji Korpri Sukabumi Dilepas Resmi Pemkab

Setiap hari pasutri itu dengan konsisten menyisihkan uang keuntungan hasil penjualan ke dalam celengan dalam bentuk keropak. Setiap kali memasukan uang, Nyai Nenah dan suaminya selalu berdoa agar niatnya diberikan kemudahan dan kelancaran.

"Kadang Rp20 ribu, kadang Rp100 ribu yang dimasukkan ke dalam celengan. Setiap hari kami lakukan itu," terangnya.

Selang 9 tahun kemudian atau sekitar 2014, pasutri ini mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji. Pada 2019 kesempatan itu datang.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Calon Haji Sukabumi Ikuti Manasik, Ini Tujuannya

Pasutri itu mendapat panggilan sebagai calon jemaah haji. Namun nasib belum berpihak kepada pasutri ini.

Keduanya gagal berangkat karena pada saat itu sedang terjadi Pandemi Covid-19. Tapi mereka tak patah semangat.

Upaya menabung terus dilakukan. Hingga pada 2024, mereka kembali mendapat panggilan berangkat ke Tanah Suci.

Halaman:

Tags

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB