ragam

Pilu Ayah usai Viral Demo Sendirian di RSUD Karawang, Ceritakan Kronologi Anaknya Meninggal di Awal Kelahiran

Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:23 WIB
Potret Viral aksi demo tunggal Edwin di RSUD Karawang usai anaknya meninggal. Ia kecewa pada layanan rumah sakit dan sikap tenaga medis. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti tindakan warga yang melakukan aksi demo seorang diri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Jawa Barat.

Aksi demo yang dilakukan warga Jabar bernama Edwin Septian itu diketahui lantaran merasa kecewa dengan pelayanan RSUD Karawang, usai sang anak meninggal dunia pada hari pertama kelahiran.

Terkini, Edwin menceritakan kronologi sang buah hatinya meninggal dunia setelah persalinan di RSUD Karawang, saat dirinya berbincang secara langsung dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan yang Mempengaruhi Kualitas Makanan

"Jadi melahirkannya di situ? di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang," tutur Dedi kepada Edwin sebagaimana dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pada Kamis, 15 Mei 2025.

"Awalnya di Dewi Sri. Pertama ke Rumah Sakit Dewi Sri, pakai biaya, mahal. Akhirnya diperiksa di puskesmas," jawab Edwin.

Kemudian, Dedi menanyakan terkait usia kandungan istri Edwin saat melahirkan anak pertama mereka.

Baca Juga: DPR Klaim 8 Syarikah untuk Jemaah Haji Indonesia Justru Bikin Kacau, Desak Menag untuk Segera Evaluasi

"8 bulan, jadi ketahuannya di RSUD juga, ada ari-ari yang menutupi jalan lahir. Jadi memang pendarahan, bakal pasti lebih condong pendarahan, sehingga perlu ditindak," terang Edwin.

Edwin menuturkan, kala itu terjadi pendarahan pertama yang dialami sang istri, dan langsung dibawa ke RSUD Karawang.

"Di RSUD sekitar jam 1 malam ditindak. Kata dokter yang jaga bilang, ini kalau pendarahan lagi harus diterminasi, harus segera dilahirkan," terangnya.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Penjuru Dunia

Warga asal Karawang itu pun menceritakan kegelisahannya kala itu yang menunggu cukup lama agar istrinya segera mendapat penindakan dari rumah sakit.

"Ternyata sudah tiga dokter, dari mulai dokter yang malam, pagi-pagi, sama dokter yang jam 9. Semuanya merekomendasikan harus segera dilahirkan," kata Dedi usai mendengar penjelasan Edwin.

Halaman:

Tags

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB