Selasa, 21 April 2026

Telisik Konferensi PUIC yang Dihadiri Prabowo-Puan, Ruang Konsolidasi demi Perdamaian di Timur Tengah

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:04 WIB
Potret PUIC ke-19 jadi ajang dorong tuntutan ke Israel & wujudkan perdamaian. Said: OKI harus bersatu hentikan agresi di Palestina. (Foto Istimewa)
Potret PUIC ke-19 jadi ajang dorong tuntutan ke Israel & wujudkan perdamaian. Said: OKI harus bersatu hentikan agresi di Palestina. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 atau Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tengah digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 12-15 Mei 2025.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Ketua DPR RI, Puan Maharani hadir secara langsung dalam konferensi PUIC pada 14 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Puan Maharani mengatakan negara-negara OKI dapat menjadi kekuatan peradaban dengan berperan sebagai pelopor perdamaian dunia dan tata dunia yang lebih baik.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Penjuru Dunia

Terkait hal tersebut, kini Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menyoroti konflik yang kini tengah terjadi di Timur Tengah.

"Israel melakukan aksi-aksi di luar perikemanusiaan terhadap warga Palestina, namun tidak ada hukuman apapun terhadap Israel," tutur Said dalam pernyataan resminya, pada Kamis, 15 Mei 2025.

"Seharusnya dibawa ke meja hijau Mahkamah Internasional di Den Haag. Saya berharap Konferensi PUIC merekomendasikan tuntutan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional," tuturnya.

Baca Juga: Tom Lembong di Sidang Korupsi Gula: KUHP Tak Bisa Hukum Orang Kalau Aturannya Tak Ada

Said menilai, Konferensi PUIC dapat mendorong negara anggota OKI dapat bersatu untuk menghentikan agresi militer Israel ke Palestina.

"Melalui konferensi PUIC, yang dipimpin Mbak Puan ini, kita berharap Indonesia bisa mendorong agar pemerintah negara-negara anggota OKI bisa bersatu," terangnya.

"Menghentikan agresi militer Israel ke Palestina, dan memulihkan kembali peradaban yang damai di Palestina," sambung Said.

Baca Juga: Kunjungi Asrama Haji Medan, Wapres Gibran Singgung Instruksi Presiden Prabowo Terkait Pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi

Ketua Banggar DPR itu menuturkan, salah satu masalah yang kerap terjadi di negara Muslim, adalah ketersediaan ruang partisipasi bagi perempuan.

Said menyoroti hal tersebut berbeda di Indonesia, yang disebut telah mewujudkannya, antara lain melalui kepemimpinan perempuan dalam parlemen, yang juga menjadi bagian parlemen global.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X