Selasa, 21 April 2026

DPR Klaim 8 Syarikah untuk Jemaah Haji Indonesia Justru Bikin Kacau, Desak Menag untuk Segera Evaluasi

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:15 WIB
Potret DPR desak Menag evaluasi sistem 8 syarikah haji 2025 yang bikin kloter kacau, jemaah terpisah, dan jadwal keberangkatan jadi tak menentu. (Foto Istimewa)
Potret DPR desak Menag evaluasi sistem 8 syarikah haji 2025 yang bikin kloter kacau, jemaah terpisah, dan jadwal keberangkatan jadi tak menentu. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - DPR meminta Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar untuk melakukan evaluasi penggunaan sistem 8 syarikah di momen ibadah haji 2025 ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Maman Imanul Haq, anggota Komisi VIII DPR RI.

Maman mengklaim bahwa sistem 8 syarikah dalam ibadah haji tahun ini membuat pengelompokan kloter jadi kacau.

Baca Juga: Momen Podcaster Michael Sinaga Merasa Heran usai Ikut Diperiksa Skandal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Syarikah sendiri dalam bahasa Arab artinya adalah kerja sama atau kemitraan.

Sedangkan dalam konteks ibadah haji adalah kerja sama jemaah haji dengan perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan pelayanan penunjang selama ibadah berlangsung.

Layanan penunjang di antara adalah memenuhi kebutuhan logistik, kesehatan, akomodasi, dan lain-lain.

Baca Juga: Telisik Konferensi PUIC yang Dihadiri Prabowo-Puan, Ruang Konsolidasi demi Perdamaian di Timur Tengah

Calon jemaah haji Indonesia biasanya dilayani oleh syarikah Mashariq, tapi kini ada 7 syarikah lain yang ikut dalam pelayanan ini.

Delapan syarikah yang melayan jemaah haji Indonesia tahun 2025 adalah Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad di mana masing-masing akan melayani antara 11 ribu hingga 36 ribu jemaah.

“Sistem syarikah ini membuat banyak jemaah suami istri terpisah, jemaah lanjut usia terpisah dari pendamping yang sangat mereka butuhkan,” ujar Maman di Jakarta, dikutip dari laman DPR RI pada Kamis, 15 Mei 2025.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Penjuru Dunia

“Karena itu kami meminta Menteri Agama segera melakukan evaluasi,” imbuhnya.

Kekacauan yang disebut oleh Maman adalah saat lebih satu syarikah menangani jemaah dari satu daerah yang sama, sehingga ada miskomunikasi dengan calon jemaah.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X