ragam

Agam Ceritakan Evakuasi Juliana Marins, Ungkap Kondisi Jenazah Korban Setelah Terjatuh ke Jurang Rinjani

Rabu, 2 Juli 2025 | 14:30 WIB
Potret Pendaki Brasil, Juliana Marins tewas di Rinjani. Relawan Agam Rinjani ceritakan evakuasi berat dan medan ekstrem dalam podcast Denny Sumargo. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Sebagian publik di Tanah Air sedang ramai memberikan perhatian terhadap peristiwa tragis menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang ditemukan tewas setelah terpeleset dan jatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu.

Jenazah Juliana pun kini telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan tiga hari kemudian, pada 25 Juni 2025 dalam kondisi tidak bernyawa di kedalaman sekitar 600 meter.

Salah satu sosok yang menjadi sorotan dalam proses evakuasi ini adalah Abdul Haris Agam, atau yang lebih dikenal dengan nama Agam Rinjani.

Baca Juga: Prabowo Kunjungan Negara ke Arab Saudi, Menag Beberkan Rencana Kampung Haji Indonesia Makin Diseriusi

Relawan asal Lombok itu diketahui ikut terjun langsung ke lapangan untuk membantu pencarian dan evakuasi jenazah Juliana, yang sempat dilaporkan hilang setelah terjatuh.

Terkini, Agam menceritakan kronologi lengkap peristiwa tersebut dalam wawancara dalam siniar Podcast YouTube Denny Sumargo pada Rabu, 2 Juli 2025.

Dalam perbincangan itu, Agam memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi medan yang dihadapi serta situasi saat proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga: Pulau Strategis di Bali-NTB Jatuh ke Tangan Asing? Menteri ATR/BPN Selidiki Dugaan Kepemilikan Ilegal

"Medan di Rinjani itu sangat terjal, ditambah suhu yang dingin dan berkabut. Prosesnya benar-benar menguji fisik dan mental," ujar Agam.

Agam menjelaskan, titik jatuhnya Juliana sempat tidak diketahui secara pasti karena posisi jenazah berpindah-pindah. Perubahan ini diduga karena tubuh korban terbawa oleh pergerakan di lereng jurang yang curam dan berbatu.

Perihal itu, Agam menuturkan berdasarkan temuan di lapangan, Juliana terjatuh dari ketinggian sekitar 800 meter dari puncak. Saat dirinya dan tim SAR berhasil menjangkau lokasi, Juliana telah dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga: Donald Trump: Israel Setujui Gencatan Senjata Selama 60 Hari di Gaza

"Saat kami temukan, dia sudah meninggal. Saya sebenarnya sudah menduga karena jatuhnya itu dalam sekali," kata Agam dengan nada sedih saat menjelaskan kondisi jenazah korban.

"Dia patah kaki, kepala retak, sepatunya copot, kalungnya lepas. Sudah tidak ada harapan saat kami tiba," imbuhnya sembari menunjuk bagian-bagian tubuh yang mengalami luka fatal.

Halaman:

Tags

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB