Di sisi lain, Agam mengaku merasa sangat bersalah karena tidak dapat langsung membantu saat insiden terjadi.
Relawan tim evakuasi jenazah Juliana Marins itu mengungkapkan saat kejadian, dirinya sedang berada di Jakarta dan tidak bisa segera kembali ke Lombok.
"Menyesal saya ada di Jakarta waktu itu. Padahal sudah ada firasat. Tapi saya tetap main di Jakarta sama teman-teman," ucap Agam.*
Artikel Terkait
Proses Evakuasi Terakhir Juliana Marins dari Jurang Rinjani, Tim SAR Langsung Bawa Jenazah ke RS Bhayangkara Polda NTB
Presiden Prabowo Gelar Ratas Virtual Usai Kunjungan ke Karawang, Ini Poin-Poin Penting yang Dibahas
Wali Kota Sukabumi Bicara Kinerja Polri di HUT Bhayangkara, Begini Menurutnya
Donald Trump: Israel Setujui Gencatan Senjata Selama 60 Hari di Gaza
Tangis Nikita Mirzani Tak Terbendung di Sidang Eksepsi, Tegaskan Bukan Kriminal Berat dan Rindu pada Anak-anaknya
Prabowo Kunjungan Negara ke Arab Saudi, Menag Beberkan Rencana Kampung Haji Indonesia Makin Diseriusi
Pulau Strategis di Bali-NTB Jatuh ke Tangan Asing? Menteri ATR/BPN Selidiki Dugaan Kepemilikan Ilegal