Di sisi lain, Agam mengaku merasa sangat bersalah karena tidak dapat langsung membantu saat insiden terjadi.
Relawan tim evakuasi jenazah Juliana Marins itu mengungkapkan saat kejadian, dirinya sedang berada di Jakarta dan tidak bisa segera kembali ke Lombok.
"Menyesal saya ada di Jakarta waktu itu. Padahal sudah ada firasat. Tapi saya tetap main di Jakarta sama teman-teman," ucap Agam.*