Akses menuju lokasi memang masih menjadi tantangan. Dari jalan provinsi Cicalobak, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer. Namun, kondisi jalan sepanjang 2–3 kilometer terakhir mengalami kerusakan cukup parah.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki akses tersebut demi mendukung kemajuan pariwisata lokal. Terlebih, jumlah pengunjung yang datang setiap akhir pekan bisa mencapai ratusan orang.
Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah Jabodetabek, seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Saat akhir pekan atau musim libur, area camping bisa dipenuhi hingga 30 tenda. Sementara di hari biasa, pengunjung berkisar antara 10 hingga 20 orang.
Baca Juga: Gaji Anggota DPR Capai Rp3 Juta Perhari, Netizen: 'Kerja Bercanda, Gaji Serius!'
Tarif masuk ke kawasan ini pun sangat terjangkau. Cukup membayar Rp5.000 per motor dan Rp15.000 per orang bagi yang ingin bermalam dengan mendirikan tenda. Harga yang bersahabat, dipadu dengan keindahan alam dan suasana tenang, membuat Puncak Peuyeum menjadi alternatif liburan yang kian diminati.
“Masyarakat berharap kehadiran Puncak Peuyeum bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kunjungan wisata ke Sukabumi, khususnya di Kecamatan Gegerbitung,” pungkas