FAJARSUKABUMI - Sebuah sudut tersembunyi di Kabupaten Sukabumi kini mencuri perhatian para pencinta alam dan pelancong dari berbagai daerah. Puncak Peuyeum, begitu masyarakat menyebutnya, menyuguhkan pemandangan menakjubkan bak negeri di atas awan.
Terletak di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, destinasi ini berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dari puncak ini, pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam yang memanjakan mata: matahari terbit dan tenggelam di dua sisi berbeda, serta kerlip lampu kota Sukabumi yang memesona saat malam tiba.
Baca Juga: Reed Diffuser, Pengharum Alami yang Estetik dan Hangatkan Suasana Ruang Keluarga
“Wisatawan bisa menikmati sunset dari sebelah kiri, sunrise dari sebelah kanan, dan malam hari disuguhi city light. Gunung Gede Pangrango, Gunung Salak, dan lautan awan pun terlihat jelas saat pagi,” ujar Digital Marketing Wisata Puncak Peuyeum King ZS
Cerita Puncak Peuyeum dimulai secara sederhana pada tahun 2018. Kala itu, hanya segelintir warga lokal yang berkemah di area penuh alang-alang tanpa fasilitas apa pun. Namun, panorama alam yang luar biasa indah membuat momen camping itu diabadikan dan diunggah ke media sosial.
“Respons netizen luar biasa. Sejak itu, kawasan ini mulai ramai dikunjungi. Awalnya warga lokal saja, tapi sekarang sudah banyak dari luar daerah,” kata King.
Melihat antusiasme yang terus meningkat, warga kemudian berinisiatif mengelola kawasan ini secara swadaya. Akun media sosial pun dibuat sebagai sarana promosi dan informasi. Kini, Puncak Peuyeum telah berubah menjadi camping ground yang nyaman dengan lahan seluas sekitar 500 meter persegi.
Menariknya, Puncak Peuyeum tidak dikelola oleh investor luar. Semua pengelolaan dilakukan oleh warga setempat dan Karang Taruna Desa Ciengang. Bahkan, tempat ini pernah menjadi lokasi camping bareng Wakil Bupati Sukabumi bersama pejabat daerah lainnya dalam rangka pembahasan pengembangan potensi wisata.
Fasilitas umum seperti musala, warung, dan toilet telah dibangun sejak akhir 2024. Namun, masih ada sejumlah kebutuhan mendesak, salah satunya adalah perbaikan toilet yang saat ini masih menggunakan material sederhana.
Baca Juga: Sri Mulyani: 'Pajak Sama Dengan Zakat', Jangan Keliru! Berikut Penjelasan Sesuai Syariat Islam
Area ini sendiri berada di atas lahan HGU milik PTPN yang masa kontraknya telah habis. Lahan yang semula direncanakan untuk pertanian jagung, kini difokuskan menjadi kawasan wisata berkat antusiasme pengunjung yang terus meningkat.
Artikel Terkait
Pemkab Sukabumi Tegaskan Komitmen Hukum dalam Pengembangan Wisata Bukit Panenjoan
Pengelola Pantai Karang Haji Cisolok Desak Pemkab Sukabumi Perbaiki Infrastruktur Wisata
Ratusan Warga Serbu Pantai Selatan, Musim Impun Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Rakyat
Soal Pemerataan Destinasi Wisata di Bali, Kemenpar Siapkan Jalur Laut dan Infrastruktur untuk Tambah Daya Tarik Paket 3B
Pesta Nelayan Ciwaru ke 68 Jadi Motor Ekonomi Pesisir dan Wisata Lokal
Gala Dinenr Piala DPRD Sukabumi 2025, Strategi Promosi Wisata Lewat Hobi Kicau Burung
Mengenal Kota Al Ula Arab Saudi, Tempat Terkutuk Yang Kini Jadi Destinasi Wisata
Curug Sawer Gratiskan Warga Empat Desa, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal Kecamatan Kadudampit
Kunjungi Desa Wisata Arjasa, Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Desa Wisata Ikuti Event Promosi hingga Kolaborasi untuk Perkuat Potensi Ekonomi
Sembahyang di Pura Agung Amertha Asri, Wamenpar Ni Luh Puspa Ajak Pemuka Agama Angkat Potensi Wisata Melukat Jember