ekonomi

Banding-banding Baterai Berbasis NCM vs LFP di Tengah Keraguan Warga RI Beli Mobil Listrik

Selasa, 8 Juli 2025 | 13:24 WIB
Potret Minat mobil listrik naik, tapi konsumen ragu soal baterai. LFP lebih ramah lingkungan, NCM unggul jarak tempuh tapi mahal dan merusak. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Minat konsumen Indonesia terhadap mobil listrik mulai meningkat tahun 2025 ini, khususnya terkait berbagai merek Tiongkok dengan harga murah.

Meskipun begitu tidak dapat dipungkiri, mobil bensin atau mesin konvensional masih menjadi pilihan utama, khususnya konsumen di daerah.

Berdasarkan survei perusahaan riset dan penyedia platform online, Populix, terdapat alasan masyarakat masih ragu untuk beralih ke mobil listrik.

Baca Juga: Update Insiden Kapal Tenggelam di Selat Bali: 15 Orang Selamat, 4 Korban Meninggal Dunia

Salah satunya dalam mempertimbangkan baterai, jantuk utama kendaraan listrik tersebut. Terlebih, keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) yang belum tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, terdapat dua baterai yang banyak digunakan di pasaran: Nickel Cobalt Manganese (NCM) dan Lithium Iron Phosphate (LFP). Kendati keduanya sama-sama termasuk baterai lithium-ion, apa perbedaan karakteristik keduanya?

Founder National Battery Research Institute (NBRI), Evvy Kartini dalam acara Forwot Outlook Discussion pada Selasa, 1 Juli 2025, menjelaskan masing-masing jenis baterai tersebut mengandung material yang berbeda.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Pangeran MBS, Indonesia-Arab Saudi Sepakati Kerja Sama Rp438 Triliun

Evy menilai, baterai NCM dinilai memiliki tenaga lebih kuat, sementara baterai LFP punya bobot yang lebih ringan serta masa pakai baterai lebih lama.

Permasalahan limbah baterai dari kendaraan listrik juga dinilai akan menjadi masalah baru, oleh sebab itu, pemilihan material serta keseriusan terhadap pengolahannya menjadi hal yang harus disiapkan dari sekarang.

Berkaca dari hal itu, warganet, Ridwan Hanif dengan akun X @ridwanhr, yang turut memberikan ulasan terkait perbandingan baterai mobil listrik berbasis NCM dan LFP.

Baca Juga: 418 Jemaah dari Indonesia Meninggal Dunia saat Haji, Kemenkes Tegas Minta Seleksi Kesehatan Makin Diperketat

"NCM memang lebih unggul, tapi lebih merusak lingkungan. Lihat saja bagaimana pertambangan Nikel belakangan ini heboh," ujar Ridwan melalui unggahan X @ridwanhr yang dikutip pada Kamis, 3 Juli 2025.

"LFP tidak menggunakan Nikel dan Cobalt, hanya saja densitas energi belum bisa menyamai NCM. Sebaiknya beli EV dengan baterai LFP," imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB