FAJARSUKABUMI - Indosat terapkan solusi geospasial di Desa Setabu, Kalimantan Utara. Hal itu untuk menghadapi masalah deforestasi mangrove akibat budidaya rumput laut.
"Dalam penerapan itu, kami bekerja sama dengan GSMA, untuk membantu masyarakat memetakan wilayah pesisir dan laut," ujar Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Buldansyah, Sabtu, 19 Oktober 2024.
Menurutnya, proyek ini mencakup area seluas 351,4 hektar. Hal itu menghasilkan peta digital yang menyediakan informasi penting tentang kondisi ekosistem dan dapat diakses secara offline melalui perangkat seluler.
Baca Juga: Pasangan Puluhan Spanduk, Ini Tujuan Polres Sukabumi Kota
"Semua ini untuk mempermudah pengelolaan sumber daya alam," ucapnya.
Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya menjaga lingkungan.
"Hal ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam melindungi alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Upaya Berkelanjutan untuk Keberlanjutan lingkungan," ungkapnya.
Baca Juga: Keren, Mantan Dandim Sukabumi Pimpin Upacara Pisah Sambut Jokowi-Prabowo
Lokasi lainnya yang menjadi target upaya perluasan konservasi mangrove melalui solusi IoT ini mencakup beberapa wilayah penting di Indonesia, termasuk Tarakan di Kalimantan Utara, Lamno di Aceh, Morodemak di Jawa Tengah, Teluk Ambon di Maluku, dan Donggala di Sulawesi Tengah.