FAJARSUKABUMI - Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menyebutkan pola konsumsi informasi sangatlah berbeda antar generasi.
Hal itu seperti generasi milenial,gen Z,dan generasi alpha. Maka dari itu, pengembangan literasi pun sangatlah berbeda.
"Anak muda saat ini lebih menyukai konten visual dibandingkan dengan membaca teks panjang, sehingga pendekatan dalam penyebaran informasi harus lebih inovatif,"ujarnya.
Oleh karena itu, perlu upaya yang berbeda untuk menciptakan lingkungan ang lebih inklusif.
Terutama bagi generasi muda untuk mendapatkaan sarana edukasi yang lebih menarik.
"Keberadan ruang-ruang kreatif seperti kafe kecil yang bisa menjadi tempat nongkrong sekaligus sarana edukasi dapat memberikan suasana yang lebih segar bagi masyarakat. Terutama agi anak muda ang butuh cara belajar yang lebih interaktif," ucapnya.
Bahkan dirinya un mendukung adanya program membaca 15 menit setiap hari.
Hal itu menurutnya kebijakan yang baik selama konten bacaan yang disajikan sesuai dengan kapasitas serta minat generasi muda.
"Membaca 15 menit bukan hanya dianjurkan untuk kalangan pelajar, para ASN sebelum beraktivitas bekerja bisa melakukan itu untuk menambah pengetahuan dan wawasan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Yakin Tahu? Ternyata Begini Tips Membuat Cerita Inspiratif yang Bikin Penasaran Pembacanya (NAMA MEDIA) - Sebagian penulis pasti menilai karya buku a
Peran Ibu di Era Digital: IKWI Kota Sukabumi Gelar Pelatihan Literasi Digital
Sri Mulyani Sebut Prabowo Presiden Pertama yang Lihat Tutup Buku APBN: Itu Luar Biasa
Pemkot Sukabumi Hadapi Tantangan Fiskal, Fokus Tingkatkan PAD dan Literasi Masyarakat