Selasa, 21 April 2026

Pemkot Sukabumi Hadapi Tantangan Fiskal, Fokus Tingkatkan PAD dan Literasi Masyarakat

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 24 Februari 2025 | 19:07 WIB
 (Foto kdp.sukabumikota)
(Foto kdp.sukabumikota)

FAJARSUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi tengah menghadapi tantangan dalam memperkuat kondisi keuangan daerah. Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu prioritas utama untuk menjaga stabilitas fiskal.

“Hal ini dilakukan mengingat adanya efisiensi anggaran yang mengharuskan adaptasi cepat terhadap kondisi yang berkembang. Salah satu strategi yang akan dilakukan salah satunya dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ujar Bobby usai membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) di Gedung Dispusipda Kota Sukabumi, Senin (24/2/2025).

Ia juga menyinggung pentingnya pemantauan efisiensi anggaran dan dukungan dari pemerintah provinsi sebagai faktor pendukung dalam perencanaan keuangan daerah. Dari sisi pemerintah pusat, kemungkinan pengurangan anggaran hanya berdampak pada perjalanan dinas serta kegiatan seremonial, sementara dana hibah tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Penerimaan PAD Melesat, Pemkot Sukabumi Terima APBD Award dari Kemendagri

Selain membahas strategi fiskal, Bobby juga menyoroti pentingnya pengembangan literasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, pola konsumsi informasi generasi milenial, Gen Z, dan Alpha saat ini lebih mengutamakan konten visual dibandingkan teks panjang, sehingga Pemkot perlu melakukan pendekatan inovatif dalam penyebaran informasi.

Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan edukatif yang menarik, Pemkot Sukabumi mendukung keberadaan kafe-kafe kecil yang dapat menjadi tempat berkumpul sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda. “Keberadaan ruang-ruang kreatif ini dapat memberikan suasana yang lebih segar bagi masyarakat, terutama anak muda yang membutuhkan cara belajar yang lebih interaktif,” jelas Bobby.

Menanggapi wacana program membaca 15 menit setiap hari, Bobby menilai kebijakan tersebut positif, asalkan konten bacaan yang diberikan sesuai dengan kapasitas dan minat generasi muda. “Membaca 15 menit bukan hanya dianjurkan untuk pelajar, tetapi juga bagi para ASN sebelum memulai aktivitas kerja untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” pungkasnya.

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X