FAJARSUKABUMI - Empat kecamatan di Kabupaten Cianjur terdampak banjir saat hujan lebat, Sabtu malam, 26 April 2025. Puluhan rumah yang tersebar di berbagai lokasi dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut.
Data sementara BPBD setempat, keempat wilayah yang terdampak yaitu Kecamatan Karangtengah, Sukaluyu, Mande, dan Cianjur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, mengakui curah hujan pada Sabtu sangat lebat dengan interval waktu yang cukup lama. Parahnya, tingginya debit air tak dibarengi dengan optimalnya saluran air ataupun aliran sungai karena faktanya di lapangan banyak ditemukan tumpukan sampah.
Baca Juga: Puluhan Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah di Cianjur
"Akibatnya, debit air yang tinggi meluap hingga permukiman warga," kata Asep, Minggu, 27 April 2025.
Asep menyebut, temuan di lapangan di sekitar aliran sungai atau saluran air banyak berdiri bangunan, misalnya warung. Kondisi itu diyakininya memicu air tak bisa berjalan lancar karena tersendat.
Salah satunya di sekitar kawasan RS Edelweiss di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah.
Baca Juga: Curah Hujan Meningkat, Potensi Bencana Hidrometeorologi di Cianjur Ikut Meningkat
"Lagipula, mendirikan bangunan di atas sempadan saluran atau sungai itu kan enggak boleh," tegasnya.
Asep pun mengimbau masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga kondisi lingkungan. Terutama tidak membudayakan membuang sampah ke aliran-aliran sungai.
"Yang terjadi sekarang, kalau dilihat di lapangan, ternyata banyak sampah yang terbawa banjir. Ini artinya, masih terjadi kebiasaan membuang sampah ke saluran atau ke aliran sungai," pungkasnya.
Artikel Terkait
Banyak Irigasi Rusak Terdampak Bencana di Cianjur, Kerugian Ditaksir Lebih dari Rp5 Miliar
Tergerus Arus Deras Sungai, Jembatan Cibogo di Cianjur Roboh
Curah Hujan Meningkat, Potensi Bencana Hidrometeorologi di Cianjur Ikut Meningkat
Puluhan Rumah Rusak Terdampak Pergerakan Tanah di Cianjur