Selasa, 21 April 2026

Wujudkan Sekolah Tangguh dan Siaga Bencana, PMI dan Palang Merah Jepang Latih Guru Sukabumi

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Kamis, 8 Mei 2025 | 18:52 WIB

FAJARSUKABUMI - Para guru dan warga sekolah di Kabupaten Sukabumi dan Jember digodok tentang pendidikan kebencanaan. Hal itu dilakukan PMI Kabupaten Sukabumi bersama Markas Pusat PMI dan Palang Merah Jepang (JRCS) dalam program ketangguhan masyarakat dan sekolah.

Para guru dan warga sekolah dijadikan garda terdapat dalam program ini. Hal itu untuk menciptaakan lingkungan pendidikan yang aman dan siaga bencana. Terutama dalam menghadapi ancaman gempa bumi, tsunami yang menjadi salah satu resiko nyata di Sukabumi.

"Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para guru dalam memahami dasar-dasar kebencanaan sebagai upaya perlindungan diri dan keselamatan warga sekolah," ujar Kepala Perwakilan Palang Merah Jepang (JRCS) di Indonesia Teuku Awaluddin, Kamis. 8 Mei 2025.

Baca Juga: Usai Tumbang dari Paris Saint Germain! Mikel Arteta Merasa Kecewa dan Langsung Bocorkan Penyebab Kekalahan Arsenal

Dalam kegiatan ini juga diperkenalkan pendekatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan mengurangi risiko bencana di sekolah secara komprehensif. Oleh karea itu, para guru diberikan materi tentang jenis-jenis bencana seperti gempa, tsunami, banjir, dan lainnya, serta bagaimana menanggulangi dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

"Ini sangat penting, terutama bagi sekolah yang memiliki gedung bertingkat," ucapnya.

Dirinya menambahkan, kegiatan ini menjadi semakin relevan mengingat dalam beberapa hari terakhir wilayah Sukabumi mengalami peningkatan aktivitas gempa. Oleh karena itu, pihaknya berharap materi SPAB ke depan dapat masuk ke dalam kurikulum sekolah, agar kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi budaya yang tertanam sejak dini.

Baca Juga: Ratusan Warga Diduga Keracunan Usai Hadiri Acara Haul di Palabuhanratu, 106 Orang Alami Gejala, Puluhan Dirawat

"Program ini tidak berhenti pada orientasi semata, tetapi akan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi secara rutin. Harapannya, guru-guru yang telah memahami materi dapat menyalurkan kembali pengetahuan ini kepada siswa dan komunitas sekolahnya," ungkapnya

Salah satu peserta pelatihan, Ine Dewi Agustina, mengaku sangat terbantu dengan pelatihan ini. Apalagi menurut seseorang yang berprofesi guru ini, materinya lengkap dan mudah dipahami.

"Kami jadi tahu bagaimana melindungi diri, serta bagaimana menyampaikannya kepada murid dengan cara yang menarik dan sesuai usia mereka," terangnya.

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X