Selasa, 21 April 2026

Pedagang di Lapdek Sukabumi Kembali Jadi Korban Uang Palsu Rp100 Ribu

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 21 Juli 2025 | 09:48 WIB
Potret Pedagang di Lapdek Sukabumi kembali jadi korban peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu. Pelaku diduga beraksi saat malam hari. (Foto Yosep Taryawan)
Potret Pedagang di Lapdek Sukabumi kembali jadi korban peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu. Pelaku diduga beraksi saat malam hari. (Foto Yosep Taryawan)

FAJARSUKABUMI - Sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi menjadi korban peredaran uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu. Uang palsu tersebut diduga diedarkan saat suasana ramai, sehingga sulit dikenali oleh pedagang.

Salah satu pedagang kopi dan rokok, yang akrab disapa Mang Kumis, mengaku menerima dua lembar uang palsu tanpa menyadari asalnya. Kejadian itu diketahui setelah uang arisan yang dikumpulkan disetorkan ke bank, dan dua lembar uang tak dapat diproses oleh mesin setor tunai.

“Saya baru tahu itu uang palsu saat arisan. Waktu disetor ke bank, uangnya ditolak mesin. Akhirnya dikembalikan kepada saya,” ujar Mang Kumis, Senin (21/07/2025).

Baca Juga: Penyu Hijau Mati di Pantai Minajaya Sukabumi, Diduga Akibat Polusi Laut

Menurutnya, ia tak tahu dari mana uang palsu itu diterima, namun diduga berasal dari pembeli yang datang saat malam hari ketika situasi ramai.

“Pedagang lain juga ada yang mengalami hal sama. Katanya, uang palsu itu diberikan saat pembeli ramai. Jadi tidak sempat diperiksa satu per satu,” tambahnya.

Ciri-ciri uang palsu yang diterima, kata Mang Kumis, terlihat dari warna yang agak pucat, logo Bank Indonesia yang buram, serta tekstur kertas yang berbeda dari uang asli.

Baca Juga: Turnamen Sepak Bola Wangunreja Cup 2025 Resmi Dibuka, Rajawali FC Menang Telak di Laga Perdana

Kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di area Lapdek. Sebelumnya, beberapa pedagang juga mengaku pernah menerima uang palsu dari pembeli, namun pelaku tidak pernah tertangkap.

“Dulu juga pernah kejadian. Tapi setelah ramai diberitakan, peredaran uang palsu sempat mereda. Sekarang muncul lagi,” ujarnya.

Para pedagang berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini hingga tuntas agar pelaku bisa segera ditangkap dan tidak merugikan masyarakat kecil.(*)

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X