Selasa, 21 April 2026

Nyaris Tertabrak Kereta di Perlintasan Rel Pangadegan Sukabumi, Ibu dan Anak Selamat dari Maut

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Kamis, 24 Juli 2025 | 18:12 WIB
Perlintasan kereta tanpa palang pintu | Foto: Ist
Perlintasan kereta tanpa palang pintu | Foto: Ist

FAJARSUKABUMI – Seorang ibu dan anak laki-lakinya nyaris menjadi korban kecelakaan di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Kampung Pangadegan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis siang, 24 Juli 2025. Perlintasan tersebut terletak tak jauh dari Gerbang Tol Bocimi Exit Parungkuda.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.05 WIB saat kereta api Pangrango yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor nyaris menghantam sepeda motor Honda Scoopy berpelat nomor F 2018 TY yang terjebak di tengah lintasan.

Saksi mata di lokasi, Eza (37) menyebutkan, kereta telah membunyikan klakson panjang berulang kali sebagai peringatan. Namun sepeda motor tetap berada di atas rel hingga akhirnya terseret sejauh 100 meter sebelum kereta berhenti secara darurat.

Baca Juga: Operasional Kereta Cepat Whoosh Sering Terganggu Akibat Layang-Layang, KCIC Ungkap ada 20 Kejadian

"Kereta sudah memberikan peringatan klakson. Alhamdulillah nya si ibu dan anaknya selamat," singkatnya. 

Ibu bernama Lukita, pengendara motor tersebut, berhasil menyelamatkan diri bersama anaknya beberapa detik sebelum benturan. “Motornya tiba-tiba mati pas di tengah rel. Saya panik, coba nyalakan berulang kali tapi gak berhasil. Saya utamakan anak saya, langsung cabut kunci dan lari,” ujarnya. 

Menurut Lukita, ia tidak biasa melalui jalur tersebut. “Biasanya saya lewat Angkrong, tapi lagi ditutup. Jadi lewat sini,” katanya.

Baca Juga: Kronologi Truk Tertabrak KRL di Tangerang Imbas Terobos Jalur Kereta: Terpental, Timpa 2 Motor

Saat itu, ia baru saja menjemput anaknya dari sekolah dan sempat singgah ke warung.

Pasca insiden, warga sekitar langsung mengevakuasi motor dari jalur rel dan membawa Lukita serta anaknya ke tempat yang aman. Tangisan histeris sang anak menggema di lokasi, menggambarkan trauma mendalam akibat kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun pihak Dinas Perhubungan setempat terkait penanganan jangka panjang terhadap perlintasan rel liar tersebut.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X